Home Kota Kupang Enam Bulan Bertugas, Hanya Tuntaskan Kasus Rp. 15 Juta

Enam Bulan Bertugas, Hanya Tuntaskan Kasus Rp. 15 Juta

348
0
SHARE

Foto : Kasi Dik Kejati NTT, Salesius Guntur, S. H

Kupang, Kriminal.co – Terhitung sejak Maret 2022 lalu, Salesius Guntur, S. H, menjabat sebagai Kepal Seksi Penyidikan (Kasi Dik) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), hanya baru menuntaskan kasus dugaan pemerasan yang awalnya disebut Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim Satgas Tipidsus Kejati NTT.

Dimana, kasus tersebut tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT menahan dan menetapkan Kepal Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kupang, Benyamin Hengky Ndapamerang sebagai tersangka dengan nilai kerugian Rp. 15. 000. 000 sebagai barang bukti.

Prestasi ini mengalami kemunduran dan jauh berbeda ketimbang Kejati NTT dipimpin oleh sosok Dr. Yulianto, S. H, M. H yang kini menjabat sebagai Kapusdiklat Kejagung RI, Dr. Sunarta, S. H, M. H yang kini menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung RI dan Pathor Rahman yang kini menjabat sebagai Direktur Perdata dan Tata Usaha Negara (Dirdatun) Kejagung RI.

Jika dibandingkan, jauh sebelumnya Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT mampu menyelamatkan uang negara hingga triliunan rupiah, namun kini sangat jauh berbeda ketika Kasi Dik Kejati NTT dijabat oleh, Salesius Guntur dan Kajati NTT dijabat oleh Hutama Wisnu.

Yang lebih aneh, prestasi ini jauh berbeda dengan penanganan perkara yang dilakukan oleh sejumlah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di NTT. Dimana, sejumlah Kajari mampu menyelamatkan uang negara hingga miliaran rupiah sementara Kejati NTT hanya Rp. 15. 000. 000.

Mikael Feka ahli hukum Pidana pada Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang ketika dimintai tanggapan, Jumat (23/09/2022) malam menegaskan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H, segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Kasi Dik Kejati NTT, Salesius Guntur, S. H.

Menurutnya, ini merupakan tantangan bagi Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H, agar memerintahkan Kasi Dik Kejati NTT, Salesius Guntur dan pejabat lainnya untuk segera menuntaskan kasus – kasus yang telah berulang tahun seperti kasus pembelian MTN oleh Bank NTT senilai Rp. 50 miliar dan kasus asset negara berupa tanah dengan kerugian negara Rp. 1, 2 miliar termasuk jalan Sabuk Merah senilai Rp. 120 miliar.

Selain tantangan bagi Kajati NTT, lanjutnya, ini juga merupakan tantangan yang harus diselesaikan oleh Kejati NTT dibawah kepemimpinan Hutama Wisnu, S. H, M. H.

“ini menjadi tantangan bagi Kejati NTT dalam hal ini Kajati NTT untuk memerintahkan pejabat yang berwenang untuk menuntaskan kasus – kasus korupsi di NTT. Ini tantangan juga bagi penyidik dan penuntut umum di Kejati NTT di bawah kepemimpinan Kajati NTT, Hutama Wisnu. Keberhasilan anggota tergantung pemimpinnya,” ungkap Mikael.

Ditambahkannya, seyogyanya jika penyidik ataupun Kepala Seksi Penyidikan (Kasi Dik) Kejati NTT, tidak menunjukan prestasi atau kinerja yang positif, maka sebagai pimpinan wajib hukumnya melakukan evaluasi.

“Ya seyogyanya begitu jika bawahan tidak menunjukkan prestasi maka kajati sebagai atasan harus melakukan evaluasi kinerja kepada yang bersangkutan,” tambah Mikael.

Mikael kembali menegaskan jika Kepala Seksi Penyidikan (Kasi Dik) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kasi Dik Kejati NTT), tidak menunjukan prestasi atau kinerja yang positif dalam menuntaskan kasus korupsi di NTT, maka Kajati NTT segera melakukan mutasi atau sanksi sesuai aturan.

“Jika tidak berprestasi maka patut dimutasi atau sanksi lainnya sesuai aturan,” tutup Mikael.

Kepala Seksi Penyidikan (Kasi Dik) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), Salesius Guntur, S. H yang dihubungi via pesan Whats App (WA) tidak merespon hingga berita ini diturunkan.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here