Home Kota Kupang Hilangnya Harapan Masyarakat Ditangan Jaksa

Hilangnya Harapan Masyarakat Ditangan Jaksa

394
0
SHARE

Foto : Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H

Kupang, Kriminal.co – Semenjak ditinggal Dr. Yulianto, S. H, M. H, sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT), seakan – akan telah mengubur harapan masyarakat Kota Kupang dalam penuntasan kasus korupsi di NTT.

Pasalnya, kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) oleh Bank NTT senilai Rp. 50 miliar dari PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) semakin tak terlihat.

Bahkan penanganan kasus dugaan korupsi MTN senilai Rp. 50 miliar oleh Bank NTT oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT semakin tenggelam dan mungkin tidak terdengar lagi.

Hal ini, membuat harapan masyarakat Kota Kupang kepada Kajati NTT yang baru, Hutama Wisnu, S. H, M. H  semakin pudar dan mungkin tidak ada harapan sedikitpun.

Melihat kondisi demikian, Dosen Fisip Undana Kupang, Lasarus Jehamat angkat bicara. Lasarus kepada wartawan, Selasa (22/03/2022) malam meminta agar seluruh elemen masyarakat maupun aparat penegak hukum bersinergi dalam memberantas kasus korupsi di NTT.

Menurutnya, sinergitas Aparat Penegak Hukum (APH) harus dilakukan agar mampu menuntaskan kasus dugaan korupsi yang ada di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Aparat penegak hukum (APH) harus bersinergi dalam menjalankan tugasnya, agar dapat menuntaskan kasus korupsi yang ada di NTT khususnya di Bank NTT,” kata Lasarus.

Ditegaskan Lasarus, dalam sebuah kasus korupsi yang mana perbuatan oknum telah merugikan keuangan negara, wajib hukumnya diproses ataupun diusut hingga tuntas oleh APH.

“Berapapun nilai kerugiannya wajib hukumnya kasus itu dituntaskan oleh aparat penegak hukum (APH),” ujar Dosen Fisip Undana Kupang ini.

Dirinya meyakini, Hutama Wisnu yang kini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT) bersama jajarannya mampu menuntaskan kasus dugaan korupsi MTN Bank NTT yang kini sedang ditangani.

Dosen Fisip Undana Kupang ini menegaskan bahwa Kajati NTT, Hutama Wisnu harus menunjukan komitmennya dalam memberantas kasus – kasus yang belum sempat diselesaikan Dr. Yulianto.

“Saya rasa Hutama Wisnu sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT yang baru ini harus konsisten dan komitmen dalam memberantas kasus korupsi yang menjadi pekerjaan rumah untuknya,” kata Lasarus Jehamat.

Menurut Lasarus, harus diakui bahwa meskipun Hutama Wisnu baru menjabat sebagai Kajati NTT, namun diyakini bahwa dirinya akan menuntaskan kasus – kasus tersebut. Untuk itu, sebagai Kajati NTT wajib hukumnya menunjukan komitmennya sebagai penegak hukum.

“Saya yakin Kajati NTT tengah mempelajari semua kasus yang kemarin ditinggalkan mantan Kajati NTT. Harapan masyarakat NTT itu hanya satu yaitu sebagai Kajati NTT yang baru terus membangun komitmen untuk menuntaskan berbagai kasus yang terjadi di sini,” katanya.

Ditambahkan Lasarus, sebagai Kajati NTT yang baru, Hutama Wisnu harus membuka diri untuk menjelaskan komitmen dirinya dalam penanganan beberapa kasus -kasus itu yang menyita perhatian khususnya kasus Bank NTT senilai Rp. 50 miliar.

“Sebaiknya Kajati NTT, Hutama Wisnu membuat skala priroritas setiap kasus agar bisa diselesaikan semuanya. Jangan hanya membangun komitmen atau sekedar komitmen,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, masyarakat NTT menunggu komitmen Kajati NTT dalam menuntaskan kasus korupsi di NTT. Pasalnya, harapan masyarakat NTT berada dipundak Kajati NTT.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here