Home Kota Kupang Ini Hal Empat Penting Yang Disampaikan Kajati NTT Dalam Raker di Yogyakarta

Ini Hal Empat Penting Yang Disampaikan Kajati NTT Dalam Raker di Yogyakarta

169
0
SHARE

Yogyakarta, Kriminal.co – Kementerian Investasi atau Badan Koordimasi Penanaman Modal Republik Indonesia, menggelar Rapat Kerja (Raker) Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi di Yogyakarta, Selasa (23/08/2022) kemarin.

Dalam Raker tersebut dihadiri oleh sejumlah Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kepala Kepolisian Daerah di Indonesia diantaranya DI Yogyakarta, Banten, Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, NTB dan NTT.

Dalam Raker Satuan Tugas Percepatan Investasi tersebut membahas soal langkah strategis pengawalan, pengamanan, serta kepastian hukum dalam rangka percepatan realisasi investasi.

Berdasarkan rilis yang diterima media ini dari Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H, Rabu (24/08/2022) menerangkan bahwa dalam kesempatan itu, Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H menyampaikan empat (4) hal penting yang telah dilakukan Kejati NTT.

Disebutkannya, empat hal yang disampikan Kajati NTT yakni Kejaksaan Tinggi NTT telah melakukan penindakan hukum terkait hambatan birokrasi perizinan, sehingga dilakukan operasi tangkap tangan terhadap oknum dari dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang menghambat proses perizini, perkara ini sedang dalam tahap persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang. Sehingga dengan adanya perkara tersebut maka perlu dibenahi terkait dengan system maupun sumber daya manusia yang ada.

Hal kedua yang disampaikan Kajati NTT, bahwa agar rapat koordinasi membahas permasalahan riil yang terjadi di lapangan dan mencari solusi pemecahannya.

Ketiga, bahwa agar dibuat SOP yang jelas dan tegas terkait jangka waktu penyelesaian perijinan disertai sanksi kepada pejabat yang bersangkutan apabila tidak dapat menyelesaikan proses perijinan.

Dan yang teralhir, bahwa agar satuan tugas percepatan investasi ditata ulang karena ada coordinator wilayah Kalimantan yang sedang disidik sebagai tersangka oleh KPK terkait gratifikasi dalam perijinan, karena tim harus terdiri dari personil yang kredibel dan tidak tersangkut perkara.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here