Home Kota Kupang Jadi DPO Kasus Korupsi Pupuk, Direktur CV. Bintang Marga Utama Ditangkap

Jadi DPO Kasus Korupsi Pupuk, Direktur CV. Bintang Marga Utama Ditangkap

189
0
SHARE

DITANGKAP : Tim Tabur Kejagung RI, ketika mengamankan Muridun Bintang (Direktur CV. Bintang Marga Utama), terpidana kasus korupsi pupuk di Aceh, Rabu (25/05/2022) siang tadi

Jakarta, Kriminal.co – Lagi – Lagi, tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI), kembali menangkap Direktur CV. Bintang Marga Utama, Muridun Bintang.

Direktur CV. Bintang Marga Utama ini merupakan salah satu terpidana dalam kasus korupsi pengadaan pupuk NPK pada Dinas Pertanian Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kota Subulussalam, Aceh  tahun 2009 lalu.

Berdasarkan rilis yang diterima media ini dari Kapuspenkum Kejagung RI, Ketut Sumedana, Rabu (25/05/2022) mengatakan bahwa Muridun Bintang merupakan terpidana yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejati Aceh.

Dijelaskan Sumedana, Muridun Bintang diamankan tim Tabur Kejagung RI Pule RT 006/RW 001, Kelurahan Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sekitar pukul 13 : 00 WIB.

Menurut Sumedana, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2245K/PID.SUS/2013 tanggal 30 April 2014, terpidana Muridun Bintang terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak
pidana korupsi dalam perkara mark-up harga pengadaan Pupuk NPK sebanyak 160.000 kg atau 60 ton pada Kantor Dinas Pertanian Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kota Subulussalam Aceh pada tahun 2009, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 792.400.000.

Ditegaskan Kapuspenkum Kejagung RI, akibat perbuatannya, terpidana dijatuhi pidana penjara selama empat (4) tahun serta denda sebesar Rp. 200.000.000.

Menurut Sumedana, terpidana Muridun Bintang diamankan karena ketika dipanggil untuk dieksekusi menjalani putusan, terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut dan
oleh karenanya Terpidana dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Selanjutnya, tim Tabur Kejagung RI bergerak cepat untuk melakukan pemantauan terhadap Terpidana dan setelah dipastikan keberadaannya. Setelah diketahui keberadaannya, tim langsung mengamankan terpidana dan segera dibawa ke Kejaksaan Tinggi Aceh untuk dilaksanakan eksekusi.

Ditambahkannya, melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, Jaksa Agung RI meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran untuk dilakukan eksekusi untuk kepastian hukum, dan pihaknya menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here