Home Kota Kupang Jaksa Agung : Bukan Soal Target Tapi Soal Semangat Berantas Korupsi

Jaksa Agung : Bukan Soal Target Tapi Soal Semangat Berantas Korupsi

151
0
SHARE

Jakarta, Kriminal.co – Jaksa Agung RI, ST. Burhanuddin melakukan kunjungan kerja sekaligus melakukan silahturahmi disertai dengan memberikan pengarahan diwilayah hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung dan Kejati Sumatra Barat.

Dalam kunjungan itu, Jaksa Agung RI, ST. Burhanuddin mengatakan pentingnya kinerja berbasis serapan anggaran disemua bidang sebab kinerja kinerja yang baik akan memaksimalkan anggaran.

Menurut Jaksa Agung, apabila anggaran tidak digunakan dengan baik, maka kedepannya alokasi anggaran akan berkurang.

Demikian diungkapkan Jaksa Agung RI, ST. Burhanuddin dalam rilis yang diterima wartawan dari Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung RI, Dr. Ketut Sumedana, Sabtu (30/07/2022) malam.

Dalam kesempatan itu, Jaksa Agung juga mengatakan bahwa anggaran di bidang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) yakni penegakan hukum dalam penyelidikan (Lid), penyidikan (Dik) dan penuntutan harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Ditambahkan Jaksa Agung, dirinya merasa heran mengapa anggaran yang ada susah dihabiskan. Seharusnya, apapun hambatan yang dialami maka dikonsultasikan ke Kejagung RI.

Jika terdapat hambatan, lanjutnya, manfaatkan tim supervisi yang telah dibentuk oleh “gedung bundar” yang dapat dilakukan secara daring agar setiap permasalahan teknis dan yuridis dilapangan ada solusinya.

“Saya heran kenapa susah sekali menghabiskan anggaran dan apa yang menjadi hambatan padahal saya meyakini tidak ada daerah yang terbebas dari korupsi. Kalau ada kesulitan dan hambatan, manfaatkan tim supervisi yang telah dibentuk oleh gedung bundar yang bisa dilakukan secara daring bahkan bisa langsung mendatangi Kejaksaan Agung sehingga setiap permasalahan teknisi dan yuridis di lapangan, pasti ada solusinya,” ujar Jaksa Agung.

Ditegaskan Jaksa Agung, agar setiap Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) berprestasi dalam penanganan tindak pidana korupsi bukan menargetkan jumlah perkara tetapi tetap harus ada semangat pemberantasan korupsi.

“Karena saya meyakini korupsi itu tetap ada di setiap daerah, maka yang terpenting adalah jangan menangani korupsi berlama-lama tanpa ada kepastian hukum. Penegakan hukum itu bukan memproduksi perkara dan bukan juga kriminalisasi. Asalkan apa yang anda lakukan benar, saya berada bersama teman-teman di daerah,” ujar Jaksa Agung.

Jaksa Agung menyayangkan prestasi di pusat tidak diikuti oleh jajaran yang bertugas di daerah. Oleh karenanya, Jaksa Agung menyampaikan bahwa kehadirannya di daerah adalah untuk memotivasi dan mendorong agar penanganan tindak pidana korupsi bergeliat di daerah.

“Bukan berarti harus ada target tertentu, akan tetapi semata-mata kita bisa hadir di tengah tengah masyarakat terlebih lagi penindakan yang dilakukan terkait dengan hajat hidup masyarakat,” ujar Jaksa Agung.

Jaksa Agung menambahkan kunjungan yang telah dijadwalkan semata-mata untuk mendorong kinerja lebih baik dan serapan anggaran yang maksimal, serta mendorong profesionalisme dan integritas Insan Adhyaksa di seluruh tanah air dalam penegakan hukum sehingga kepercayaan publik terhadap Institusi Kejaksaan semakin meningkat. Jaksa Agung juga akan melakukan kerja berikutnya di daerah yang penanganan perkara korupsinya masih minim.

Dalam kunjungan kerja Jaksa Agung didampingi oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Ketut Sumedana, Asisten Khusus Jaksa Agung, Hendro Dewanto, dan Asisten Umum Jaksa Agung, Kuntadi yang disambut oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat beserta jajaran, dengan menerapkan protokol kesehatan.(*/che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here