Home Kabupaten Kupang Jaksa Eksekusi Terpidana Korupsi, Johanis Otemoesoe

Jaksa Eksekusi Terpidana Korupsi, Johanis Otemoesoe

216
0
SHARE

Foto : Jaksa eksekutor pada Kejari Kabupaten Kupang ketika melaksanakan eksekusi terhadap terpidana korupsi, Johanis Otemoesoe, Selasa 09 Mei 2023

Kupang, Kriminal.co – Jaksa eksekutor pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang, melaksanakan eksekusi terhadap mantan Direktur Utama (Dirut) PDAM Kabupaten Kupang, Johanis Otemoesoe.

Johanis Otemoesoe dieksekusi berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Kupang. Johanis Otemoesoe merupakan terpidana dalam kasus korupsi dana hibah Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang kepada Perusahaan Air Minum Daerah Kabupaten Kupang.

“Kami telah laksanakan eksekusi terhadap Johanis Otemoesoe terpidana korupsi dalam kasus korupsi dana hibah Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang kepada Perusahaan Air Minum Daerah Kabupaten Kupang,” kata Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Kupang, Frangky Radja, Rabu 10 Mei 2023.

Dijelaskan mantan Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Kupang, eksekusi terhadap terpidana korupsi Johanis Otemoesoe dilaksanakan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kupang.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Kupang, berdasarkan putusan PT Kupang menyatakan terdakwa Johanis Otemoesoe terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama – sama sebagaimana dakwaan kesatu primair dan dakwaan kedua alternative kedua penuntut umum.

Dalam putusan itu, kata dia, PT Kupang menjatuhkan pidana penjara selama empat (4) tahun dan enam (6) bulan terhadap terdakwa Johanis Otemoesoe dikurangi massa tahanan selama terdakwa ditahan.

Selain itu, lanjut Kasi Pidsus, terdakwa Johanis Otemoesoe diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp200. 000. 000. Dengan ketentuan, apabila terdakwa tidak membayar denda tersebut maka akan diganti dengan pidana penjara selama dua (2) bulan.

Ditambahkannya, terdakwa Johanis Otemoesoe juga diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp405. 000. 000.

Ditegaskan Frangky, apabila terdakwa tidak menbayar uang pengganti tersebut satu bulan setelah putusan majelis hakim berkekuatan hukum tetap maka seluruh harta kekayaan terdakwa akan disita guna menutupi uang pengganti tersebut.

Dan, apabila terdakwa tidak memiliki harta benda yang cukup untuk dilelang guna menutupi uang pengganti tersebut maka akan ditambah dengan pidana penjara selama tujuh (7) bulan.

Menurut Frangky, dalam kasus ini terdakwa Johanis Otemoesoe dijerat menggunakan Pasal 2 Jo Pasal 18 Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1991 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here