Home Kota Kupang Jaksa Segera Lengkapi Berkas Kadis PUPR Kota Kupang

Jaksa Segera Lengkapi Berkas Kadis PUPR Kota Kupang

392
0
SHARE

DITAHAN : Kadis PUPR Kota Kupang, Benyamin H. Ndapamerang ketika ditahan Kejati NTT beberapa waktu lalu (dok)

Kupang, Kriminal.co – Hingga saat ini, berkas kasus dugaan tindak pidana pemerasan dengan tersangka Benyamin Hengky Ndapamerang (Kadis PUPR Kota Kupang), segera dilengkapi jaksa penyidik Tipidsus Kejati NTT.

Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H yang dikonfirmasi melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H, Jumat (01/07/2022) menegaskan bahwa saat ini penyidik Tipidsus Kejati NTT sedang berupaya untuk melengkapi berkas tersebut.

Menurut Abdul, saat ini berkas tersebut sedang diteliti oleh jaksa pada Kejati NTT untuk dilengkapi oleh penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT.

“Berkas Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Benyamin Hengky Ndapamerang segera dilengkapi oleh penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT,” ungkap Abdul.

Dalam kasus ini, lanjut Abdul, Benyamin Hengky Ndapamerang telah ditetapkan dan ditahan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pemerasaan sejak beberapa waktu lalu.

Abdul Hakim kembali menegaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kupang, Benyamin Hengky Ndapamerang terancam lima (5) tahun penjara.

Benyamin Hengky Ndapamerang terancam lima tahun penjara, setelah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pemerasan.

Menurut Abdul, dalam kasus dugaan tindak pidana pemerasan ini tersangka Benyamin Hengky Ndapamerang dijerat menggunakan pasal 12 huruf e.

“Tersangka Hengky Ndapamerang terancam lima tahun penjara. Dan, dalam kasus ini tersangka dijerat menggunakan pasal 12 huruf e,” jelas Abdul.

Dijelaskan Abdul, dalam kasus ini tersangka sering melakukan pemerasaan terhadap sejumlah pengusaha di Kota Kupang. Dimana, dalam kasus ini yang menjadi korban adalah sejumlah pengusaha yang tergabung dalam anggota REY NTT.

Ditegaskan Abdul, dalam kasus ini sejumlah anggota REY NTT telah menjadi korban sebanyak tiga (3) kali dari tersangka yang meminta dengan maksud kepengurusan ijin bagi anggota REY NTT dalam membangun.

“Informasi dari penyidik, tersangka sudah berulang kali melakukan pemerasaan dan yang menjadi korban dalam kasus ini adalah anggota REY NTT. Mereka laporkan karena sudah jenuh dengan perbuatan tersangka makanya mereka lapor ke Kejati NTT.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here