Home Kota Kupang Kadis Kesehatan TTU Dibui Selama Satu Tahun Dan Enam Bulan

Kadis Kesehatan TTU Dibui Selama Satu Tahun Dan Enam Bulan

316
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi pembangunan Puslesmas Inbate, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kamis (18/05/2022).

Sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Kupang, dipimpin ketua majelis hakim, Wari Juniati, didampingi hakim anggota Anak Agung G. O. Mahardika dan Lizbet Adelina beragendakan pembacaan putusan untuk tiga terdakwa yakni Kadis Kesehatan TTU, Thomas Laka, Leonardus P. Diaz (PPK) dan Benyamin Lasakar (rekanan). JPU Andrew Keya menghadiri sidang secara virtual. Sedangkan kuasa hukum masing – masing terdakwa hadir secara langsung di Pengadilan Tipikor Kupang.

Dalam amar putusannya majelis hakim menegaskan bahwa ketiga terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam pembangunan Puskesmas Inbate di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Untuk itu, ketiga terdakwa divonis masing – masing selama satu (1) tahun dan enam (6) bulan penjara, dikurangi masa tahanan yang telah dijalani terdakwa dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.

Selain itu, majelis hakim juga mewajibkan terdakwa Thomas Laka,  Paschalis Diaz dan Benyamin Lasakar untuk membayar denda masing – masing sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) subsidair tiga (3) bulan penjara. Sedangkan untuk terdakwa Paschalis Diaz diwajibkan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 5.000.000 subsider satu (1) bulan.

Untuk terdakwa Benyamin Lasakar dituntut membayar Uang Pengganti sebesar Rp. 944.258.813,14 (Sembilan ratus empat puluh empat juta dua ratus lima puluh delapan ribu delapan ratus tiga belas rupiah dan empat belas sen) dikurangkan sepenuhnya dengan uang sitaan senilai Rp. 854.381.915,31 (delapan ratus lima puluh empat juta tiga ratus delapan puluh satu ribu Sembilan ratus lima belas rupiah dan tiga puluh satu sen rupiah) yang disita dari terdakwa, sehingga uang pengganti yang harus dibayarkan oleh terdakwa sebesar Rp. 89.876.897,83 (delapan puluh sembilan juta delapan ratus tujuh puluh enam ribu delapan ratus sembilan puluh tujuh rupiah dan delapan puluh tiga sen) subsidair enam (6) bulan.

Ditegaskan hakim, apabila terdakwa Benyamin Lasakar dan Paskalis Diaz tidak membayar uang pengganti tersebut satu bulan setelah putusan hakim berkekuatan hukum tetap maka seluruh harta kekayaan terdakwa akan disita untuk dilelang guna menutupi kerugian keuangan negara. Jika, itupun tidak mencukupi maka terdakwa Paschalis Diaz akan ditambah dengan pidana penjara selama 1 bulan. Sedangkan untuk Benyamin Lasakar selama 6 bulan kurungan.

Ditambahkan hakim, perbuatan para terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.

Ditambahkan majelis hakim, terkait dengan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp.1.017.354.915,31, yang terdiri dari uang sitaan dengan perincian Uang Tunai sejumlah Rp.111.240.000, uang tunai sejumlah Rp.20.000.000,00, uang tunai sejumlah Rp.7.733.000,00, uang tunai sejumlah Rp.24.000.000,00, serta uang tunai sejumlah Rp.854.381.915,31 di rampas untuk  negara.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here