Home Kota Kupang Kajati NTT Diminta Jangan Masuk Dalam Jebakan Kelimpungan Relasi

Kajati NTT Diminta Jangan Masuk Dalam Jebakan Kelimpungan Relasi

504
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Pertemuan antara Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT), Hutama Wisnu, S. H, M. H dan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Alex Riwu Kaho sebagai bentuk silaturahmi, ternyata menimbulkan polemik yang berkepanjangan.

Alex Riwu Kaho selaku Direktur Utama (Dirut) Bank NTT merupakan terperiksa dalam kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) senilai Rp. 50 miliar oleh Bank NTT dari PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan, yang kini sedang ditangani oleh Kejati NTT.

Melihat peristiwa atau pertemuan itu, Dosen Fisip Undana Kupang, Lasarus Jehamat angkat bicara atas pertemuan yang seharusnya tidak perlu dilakukan.

Lasarus Jehamat kepada wartawan, Rabu (06/04/2022) menegaskan bahwa pertemuan antara Kajati NTT, Hutama Wisnu dan Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho diruang kerja Kajati NTT, telah mencederai rasa keadilan bagi masyarakat NTT.

Menurutnya, secara etis petemuan itu tidak perlu dilakukan oleh Kajati NTT, Hutama Wisnu karena Alex Riwu Kaho merupakan terperiksa dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara senilai Rp. 50 miliar berdasarkan temuan LHP BPK RI Perwakilan NTT.

“Secara etis sebenarnya tidak perlu dilakukan dan tidak perlu terjadi. Ini saya melihat bisa mencederai rasa keadilan bagi masyarakat NTT,” kata Lasarus.

Ditegaskan Lasarus, pertemuan ini telah melenceng dari etika sebagai seorang aparat penegak hukum (APH). Bukan saja itu, lonceng penerapan Zona Integritas menuju WBK/WBBM oleh Kejati NTT telah dicederai oleh Kajati NTT.

Seharusnya, kata Lasarus, netralitas, kode etik, dan profesionalisme sebagai seorang Kajati NTT serta seorang Aparat Penegak Hukum (APH) dijaga sehingga tidak mencederai rasa keadilan di NTT.

“Secara etis, kejaksaan tidak diperkenankan menerima terperiksa. Kalau diterima, mestinya pertemuan mereka dilakukan secara terbuka. Secata etis, jelas menyinggung rasa keadilan,” jelas Lasarus.

Dikatakannya, seharusnya Kajati NTT, Hutama Wisnu menolak Alex Riwu Kaho yang nota bene merupakan terperiksa dalam kasus dugaan korupsi senilai Rp. 50 miliar yang kini ditangani oleh Kejati NTT.

“Jikalau tamu itu sedang terperiksa, kurang patut untuk diterima sebagai tamu Kajati NTT. Catatannya, kita tidak boleh masuk dalam jebakan kelimpungan relasi tak kelihatan,” harap Lasarus.

Terpisah, Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H kepada wartawan mengakui adanya pertemuan antara Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H dan Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho.

Namun, Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H membantah bahwa tidak benar jika pertemuan itu membahas soal kasus dugaan korupsi MTN senilai Rp. 50 miliar yang ditangani oleh Kejati NTT.

“Itukan kunjungan silaturrahmi kepada pejabat yang baru dan tidak membicarakan soal masalah atau kasus MTN senilai Rp. 50 miliar,” bantah Abdul.

Menurut Abdul, pertemuan itu boleh dilakukan antara Kajati NTT, Hutama Wisnu dan Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho ataupun siapa saja. Pertemuan itu, tidak boleh dilakukan jika terjadi diluar kantor.

“Tidak membahas apapun selain perkenalan.  Kirain pertemuan di luar kantor itu yang tidak boleh,” tambah Abdul Hakim.

Ketika ditanya apakah etis tidak orang yang diduga sedang bermasalah diperbolehkan untuk menemui Kajati NTT atau aparat penegak hukum, Abdul Hakim selaku Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT tidak menjawab pertanyaan tersebut hingga berita ini diturunkan.

Untuk diketahui bahwa Alex Riwu Kaho diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembelian MTN senilai Rp. 50 miliar oleh Kejati NTT. Namun, anehnya Kajati NTT berani menerima Alex Riwu Kaho diruang kerjanya.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here