Home Flores Kasasi Dua Terdakwa Kasus Korupsi Rp. 1, 3 Triliun, Ditolak Mahkama Agung

Kasasi Dua Terdakwa Kasus Korupsi Rp. 1, 3 Triliun, Ditolak Mahkama Agung

220
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Mahkamah Agung (MA) dalam putusan Kasasinya menolak permohonan Kasasi yang diajukan Marthen Ndeo dan Abdullah Nur atas kasus dugaan tindak pidana korupsi aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat atas tanah seluas 30 hektare yang diduga merugikan negara Rp 1,3 triliun pada tahun 2021 lalu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT, Hendrik Tiip, S. H kepada wartawan, Selasa (15/02/2022), mengatakan bertempat di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kupang, telah dilakukan eksekusi terhadap terpidana Marthen Ndeo dan Abdulla Nur.

Menurut Hendrik, terpidana Marthen Ndeo, berdasarkan Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 332 K/Pid.Sus/ 2022 tanggal 25 Januari 2022, yang dalam amarnya adalah menolak permohonan kasasi terdakwa dan Penuntut Umum.

Dalam putusan MA juga, jelasnya, menguatkan dari putusan Pengadilan Tinggi Kupang atas terpidana Marthen Ndeo, yang terbantukan pada nomor 14/Pid.Sus.TPK/2021/ PN.Kpg tanggal 18 Juni 2021.

Amar putusan itu berbunyi menjatuhkan pidana penjara selama 9 tahun kurungan dan denda senilai Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Selain itu, amarnya juga menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti kepada terpidana sebesar Rp10 juta rupiah. Jika tidak membayar harta benda dapat disita oleh jaksa untuk dilelang dan jika tidak mencukupi diganti dengan pidana penjara 1 tahun,” terang Hendrik.

Sementara untuk terpidana Abdullah Nur juga telah dilakukan eksekusi oleh jaksa, berdasarkan putusan Kasasi Mahkamah Agung RI nomor 312K/Pid.Sus/2022 tanggal 3 Februari 2022 yang dalam amarnya menolak permohonan kasasi dari terdakwa.

“Bahwa oleh karena itu maka terpidana dieksekusi untuk menjalani pidana berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Kupang nomor, 12/Pid.Sus.TPK/2021/PT.Kpg tanggal 23 agustus 2021,” terangnya.

Dalam amar putusan MA, menyatakan terdakwa bersalah telah melakukan tindak pidana yang dilakukan secara bersama-sama dan berlanjut.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun dan denda sebesar Rp750 juta subsidair 3 bulan kurungan,” ujar Hendrik.

Terpidana juga dihukum untuk membayar uang pemgganti kerugian keuangan negara, senilai Rp. 3 juta. “Dan jika tidak membayar harta bendanya dirampas untuk negara oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti dan jika tidak mencukupi diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun,” jelas Hendrik.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here