Home Timor Kasus ADD Baudaok, Jaksa Tunggu Hasil PKN

Kasus ADD Baudaok, Jaksa Tunggu Hasil PKN

628
0
SHARE

 

Atambua, kriminal.co – Setelah dinaikan statusnya dari penyelidikan (lid) ke penyidikan (dik), kini tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Belu tinggal menunggu hasil perhitungan kerugian negara (PKN) dari inspektorat Kabupaten Belu.

Pasalnya, saat ini tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Belu tengah meminta PKN dari Inspektorat Kabupaten Belu terkait kasus dugaan penyimpangan dana desa Baudaok, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu tahun 2015-2017 lalu.

Demikian diungkapkan Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Belu, Dany Salmun Agusta kepada wartawan, Jumat (11/5) yang dihubungivia HP selulernya.

Memurut Dany, berdasarkan perhitungan sendiri atau sementara tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Belu, negara mengalami kerugian yang cukup besar dalam kasus dugaan korupsi dana desa Baudaok, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu tahun 2016 – 2017 lalu.

Ditegaskan Dany, naiknya status kasus dugaan korupsi itu dari penyelidikan menjadi penyidikan, setelah tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Belu menemukan adanya indikasi perbuatan melawan hukum.

“Setelah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus itu, kami penyidik menemukan adanya indikasi perbuatan melawan hukum sehingga kami naikan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan,”tegas Dany.

Dijelaskan Dany, setelah menaikan status kasus tersebut, tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Belu segera memanggil beberapa saksi lagi untuk diperiksa dalam kasus itu.

Ditegaskan Dany, dalam kasus itu diduga adanya penyimpangan ADD tiga tahun anggaran dimana ada sejumlah program yang dibiayai dari dana desa di Desa Baudaok, Kecamatan Lasiolat namun tidak terealisasi sejak tahun 2015 antara lain Pengadaan sapi sebanyak 17 ekor, dimana untuk perekor Rp 5,5 juta namun hingga saat ini hanya 15 ekor yang diadakan, kegiatan fasilitasi kegiatan desa siaga dan fasilitasi kegiatan PKK berupa pengadaan alat tenun dan pelatihan tenun ikat tidak pernah terjadi.

Terkait dengan kasus itu, kata Dany, tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari Kabupaten Belu akan kembali menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi untuk kepentingan penyelidikan kasus tersebut.
Dilanjutkan Dany, berikutnya pada tahun 2016, ada sejumlah kegiatan berupa pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) senilai Rp 120-an juta tidak tuntas dikerjakan, Juga alat-alat permainan PAUD tidak terealisasi.
Yang ada sekarang justru realisasi pengadaan alat-alat permaian PAUD dari alokasi anggaran tahun 2017. Selain itu ada kegiatan PKK, Tenun Ikat, Fasilitasi kegiatan PAUD, Fasilitasi Kegiatan Karang Taruna, Pengadaan alat kesenian berupa gong dan genderang, fasilitasi kegiatan desa siaga, pelatihan peningkatan kapasitas aparatur.
  • “Pada tahun 2016, pengadaan sapi sebanyak 18 ekor dengan total anggaran sekitar Rp 99 juta semuanya tidak terealiasi hingga saat ini. Juga sejumlah kegiatan dana desa tahap I tahun 2017 tidak dilakukan,”  ungkap Dany.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here