Home Rote & Sabu Kasus ADD, Jaksa Dalami Peran Anggota DPRD Rote Ndao

Kasus ADD, Jaksa Dalami Peran Anggota DPRD Rote Ndao

811
0
SHARE
 Foto: Dr. Sunarta

 

Rote, kriminal.co – Kasus dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2016 – 2017 di Desa Lakamola, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao diduga kuat melibatkan anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao.

Pasalnya, ADD tahun 2016 – 2017 senilai Rp 1, 3 miliar untuk pekerjaan fisik embung diduga dikerjakan oleh anggota DPRD Rote Ndao dengan inisial NET.
Saat ini, kasus dugaan korupsi ADD di Desa Lakamola, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao telah diserahkan ke tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT oleh tim intelejen Kejati NTT.
Kajati NTT, Dr. Sunarta yang ditemui diruang kerjanya belum lama ini mengaku bahwa saat ini tim penyidik sedang mendalami dugaan keterlibatan anggota DPRD Rote Ndao, yang diduga kuat terlibat dalam proyek ADD di Kabupaten Rote Ndao.
Bahkan, kata Sunarta, saat ini tim penyidik sedang mendalami sejauh mana peran dari anggota DPRD Rote Ndao yang diduga mengerjakan proyek fisik dari ADD tahun 2016 – 2017 lalu.
“Saat ini tim masih dalami kasusnya seperti apa khususnya peran anggota DPRD Rote Ndao pada kasus dugaan korupsi ADD tahun 2016 – 2017 senilai Rp 1, 3 miliar,” ujar Sunarta.
Ditambahkan Sunarta, saat ini kasus dugaan korupsi ADD tahun 2016 – 2017 lalu di Kabupaten Rote Ndao yang diduga melibatkan anggota DPRD Rote Ndao telah ditangani oleh penyidik Tipidsus Kejati NTT.
“Sebelumnya kasus itu ditangani intelejen Kejati NTT namun dalam.proses ditemukan unsur tindak pidana maka diserahkan ke Tipidsus untuk ditindaklanjuti,”sebut Sunarta.
Dalam kasus itu tim intelejen telah memeriksa, Kepala Desa (Kades) Lakamola, bendara desa, sekretaris, TPK, BPMD Kabupaten Rote Ndao. Serta beberapa saksi lainnya lagi.
Bahkan dalam kasus itu diduga kuat pekerjaan fisik dikerjakan oleh anggota DPRD Rote Ndao dengan inisial NET. Dimana, NET menggunakan empat CV diantaranya, CV. Putra Lakamola, CV, Embung Pengodoa, CV. Bavandele Kasih dan CV. Graceano.
Anggaran Dana Desa tersebut untuk pekerjaan fisik diantaranya, pekerjaan fisik Posyandu, jalan lamparit, embung, pengadaan kawat duri. Khusus untuk pembangunan fisik posyandu hingga saat ini belum selesai dikerjakan sejak tahun 2016 lalu.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here