Home Kota Kupang Kasus Bank NTT Sumba Timur, Kasi Pidsus Kejari Kota Nyatakan Siap Untuk...

Kasus Bank NTT Sumba Timur, Kasi Pidsus Kejari Kota Nyatakan Siap Untuk Kerja

1647
0
SHARE
????????????????????????????????????

Kupang, kriminal.co – Kasus dugaan korupsi kredit fiktif pada Bank NTT Cabang Waingapu senilai Rp 2, 6 miliar yang telah dinyatakan SP3 berpeluang untuk dibuka kembali oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.

Pasalnya, sebelum itu kasus dugaan korupsi tersebut telah dinyatakan SP3 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sumba Timur dengan alasan bahwa agunan (jaminan) PT. Ade Agro Industri telah melebihi kerugian negara. Namun, nyatanya gedung atau kantor PT. Ade Agro Industri tidak menjadi agunan dalam pengajuan kredit.

Kajati NTT, Febrie Ardiansyah, S.H. MH ketika dihubungi wartawan via Hand Phone (HP) selulernya, Rabu (12/9) menegaskan bahwa kasus itu bisa dibuka kembali oleh tim penyidik Tipidsus Kejati NTT jika ada permintaan secara resmi baik itu dari masyarakat, LSM atau forum anti korupsi di NTT.

“Jika ada permintaan baik dari masyarakat, LSM atau forum anti korupsi yang ada di NTT pasti penyidik buka lagi. Tapi untuk lebih detail tanyakan ke As Pidsus Kejati NTT, Gaspar Kase,”kata Kajati NTT.

Terpisah, As Pidsus Kejati NTT, Gaspar Kase yang dihubungi via HP selulernya mengaku bahwa memang benar kasus itu telah dinyatakan SP3 oleh jaksa.

Namun, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan akan dibuka lagi jika ada permintaan dari pihak LSM, masyarakat atau forum anti korupsi yang merasa dirugikan ataupun belum puas atas kasus itu.

“Kami bisa-bisa saja buka kasus itu yang terpenting ada permintaan dari LSM. masyarakat, atau forum anti korupsi di NTT,”ungkap Gaspar.

Menurut Gaspar, seluruh masyarakat NTT berhak menyampaikan segala sesuatu yang dianggap melanggar hukum kepada jaksa baik itu tingkat Kejari atau Kejati.

Sambungnya, untuk itu masyarakat NTT memiliki hak untuk menyampaikan hal itu termasuk kasus dugaan korupsi Bank NTT Kabupaten Sumba Timur.

Ditambahkan Gaspar, jika kasus itu dibuka kembali maka orang pertama yang akan dipanggil untuk melakukan penyelidikan atas kasus itu yakni, Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang, Fredix Bere.

“Jika dibuka lagi maka akan dilakukan evaluasi dan yang akan dipanggil pertama untuk jelaskan kasusnya adalah Fredix Bere selaku Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang karena dia yang tahu jelas duduk persoalan kasus itu,”tambah Gaspar.

Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang, Fredix Bere yang dikonfirmasi mengaku menyatakan siap untuk bekerja demi kebenaran dan keadilan jika kasus itu dibuka kembali oleh Kejaksaan Tinggi NTT.

Fredix juga menambahkan bahwa dirinya tahu jelas kasus tersebut karena dirinya yang melakukan penyelidikan atas kasus itu saat menjabat sebagai Kasi Intel Kejari Sumba Timur.

Informasi yang berhasil diperoleh dari sumber terpercaya, menyatakan bahwa dalam kasus itu lahan yang dijadikan sebagai lokasi para petani tidak menjadi agunan atau tidak memiliki ikatan berupa APHT dan SKMHT, sehingga Bank NTT cabang Waingapu tidak memiliki hak istimewah (Privance) untuk melakukan penyitaan meskipun telah jatuh tempo.

Bahkan, uang senilai Rp 2, 6 miliar yang digunakan untuk menyewa lahan tidak pernah digunakan oleh kelompok tani untuk ditanami karena diduga kuat sejumlah kelompok tani yang dibentuk adalah fiktif.

Ketika didalami oleh tim penyidik Kejari Kabupaten Sumba Timur, salah satu tersangka mengakui jika Bank NTT tidak bisa melakukan eksekusi atau menyita lahan ketika jatuh tempo karena tidak memiliki ikatan APHT dan SKMHT.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here