Home Kota Kupang Kasus MTN Hampir Tuntas Ditangan Penyidik Kejati NTT

Kasus MTN Hampir Tuntas Ditangan Penyidik Kejati NTT

329
0
SHARE

Foto : Abdul Hakim, S. H/Kasi Penkum Kejati NTT

Kupang, Kriminal.co – Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), kini serius tangani kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) senilai Rp. 50 miliar oleh Bank NTT dari PT. SNP Finance.

Bagaimana tidak, kasus dugaan korupsi tersebut kini hampir dituntaskan oleh tim penyidik Tipidsus Kejati NTT. Kini, tinggal menunggu hasil perhitungan yang real dari ahli dan hasil penelusuran dari PPATK (pusat pelaporan dan analis transaksi keuangan).

Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H yang dikonfirmasi melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H, ketika ditemui di Kantornya, Senin (20/06/2022) menegaskan bahwa kasus tersebut hampir dituntaskan oleh penyidik Kejati NTT.

Pasalnya, kata Abdul, tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT, tinggal menunggu hasil perhitungan yang real dari ahli terkait kerugian keuangan negara.

Selain itu, lanjutnya, tim penyidik Tipidsus Kejati NTT tinggal menunggu hasil penelusuran dari Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan (PPATK).

“kasusnya hampir tuntas namun masih menunggu hasil dari┬ápusat pelaporan dan analis transaksi keuangan dan ahli terkait kerugian negara yang real,” ujar Kasi Penkum, Abdul Hakim.

Masih menurut Abdul, terkait perbuatan hukum penyidik Tipidsus Kejati NTT masih melakukan pendalaman terkait SOP dalam pembelian MTN yang dilakukan oleh Bank NTT senilai Rp. 50 miliar.

Jika dikatakan Bank NTT pernah mengalami keuntungan senilai Rp. 1 triliun dalam pembelian MTN maka harus dijelaskan SOPnya seperti apa. Namun, anehnya dalam pembelian MTN di Tahun 2018 lalu, Bank NTT mengalami kerugian atau hilangnya modal senilai Rp. 50 miliar.

“Bank NTT harus jelaskan SOP nya seperti apa jika susah sesuai SOP mengapa berbeda dengan hasil yang ada pada penyidik Tipidsus Kejati NTT,” tambahnya.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here