Home Kota Kupang Kasus MTN, Kajati NTT Hanya Butuh Satu Nama

Kasus MTN, Kajati NTT Hanya Butuh Satu Nama

291
0
SHARE

Foto : Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, M. H

Kupang, Kriminal.co – Kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) senilai Rp. 50 miliar oleh Bank NTT dari PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP), terus ditelusuri oleh Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT).

Untuk menuntaskan kasus itu, tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT meminta Pusat Pelaporan dan Analis Traksaksi Keuangan (PPATK) untuk kembali memeriksa sedikitnya 19 nama.

Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analis Traksaksi Keuangan (PPATK), telah memeriksa sedikitnya enam belas (16) nama berdasarkan permintaan tim penyidik Tipidsus Kejati NTT.

Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, M. H dalam konfrensi persnya menegaskan bahwa saat ini tim penyidik Tipidsus Kejati NTT kembali meminta PPATK untuk memeriksa 19 nama dalam kasus MTN.

Dijelaskan Kajati NTT, permintaan tim penyidik Tipidsus Kejati NTT untuk diketahui apakah adanya aliran uang sehingga proses pembelian MTN senilai Rp. 50 miliar oleh Bank NTT dapat dilakukan.

“Saat ini tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT msnyerahkan 19 nama kepada PPATK untuk diperiksa. Sebelumnya 16 nama sudah diperiksa oleh PPATK sehingga total nama mencapai 35 nama,” kata Kajati, Yulianto.

Ditegaskan Yulianto, dari jumlah nama yang diserahkan oleh tim penyidik Tipidsus Kejati NTT kepada PPATK untuk diperiksa, dirinya hanya membutuhkan satu (1) nama yang diduga sebagai aktor atau pelaku utama dalam kasus dugaan korupsi MTN.

“Dari sekian banyak nama yang diperiksa oleh PPATK, saya hanya butuhkan satu (1) nama saja yang diduga sebagai pelaku utama atau aktor dalam kasus dugaan korupsi MTN,” tegas mantan Kajari Waikabubak ini.

Kajati NTT kembali menegaskan saat ini tim penyidik Tipidsus Kejati NTT sedang memburu pelaku utama dalam kasus dugaan korupsi MTN di Bank NTT.

Ditambahkan Kajati, dalam kasus ini PPATK telah melakukan pemeriksaan terhadap enam belas (16) nama namun belum menemukan adanya aliran uang terhadap mereka.

“Jika dari 19 nama yang diperiksa, ada nama terduga pelaku utama atau aktor utamanya maka akan dimintai pertanggung jawaban secara hukum dan sementara kami kejar pelaku utamanya,” tegas Yulianto.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here