Home Kota Kupang Kasus MTN, Kajati NTT Mengaku PPATK Masih Dalami Aliran Uang 

Kasus MTN, Kajati NTT Mengaku PPATK Masih Dalami Aliran Uang 

314
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) senilai Rp. 50 miliar oleh Bank NTT dari PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP), hingga kini masih terus bergulir.

Setelah hasil Pusat Pelaporan dan Analis Traksaksi Keuangan (PPATK) menyatakan terhadapa enam belas (16) nama, kini PPATK masih memeriksa sembilan belas (19) nama lainnya.

Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, M. H kepada wartawan, Kamis (27/012022) menegaskan bahwa dalam penuntasan kasus dugaan korupsi pembelian MTN senilai Rp. 50 miliar pada Bank NTT dari PT. SNP Tahun 2018 lalu, jaksa menggunakan prinsip kehati – hatian.

Menurut Kajati, dalam kasus itu PPATK telah menyerahkan sedikitnya 16 nama yang telah dilakukan pemeriksaan, tersisan 19 nama yang masih dilakukan penelurusan oleh PPATK.

“16 nama sudah ditelusuri aliran dananya tersisa 19 nama lagi. Jadi, kami masih tunggu hasil PPATK terkait 19 nama itu karena dalam kasus ini kami harus hati – hati, jangan sampai nantinya dikatakan kerugian itu akibat resiko bisnis,” ujar Kajati.

Ditegaskan Kajati, saat ini pihaknya sedang mendalami soal aliran uang melalui PPATK. Dalam hasil dari 19 nama itu terdapat nama yang diduga kuat terlibat secara otomatis jaksa bakal menetapkan dirinya sebagai tersangka.

“Yang kami duga terlibat itu belum ditemukan adanya aliran dana oleh PPATK. Jika, dari 19 nama itu ada maka secara otomatis akan dimintai pertanggung jawaban,” tegas Kajati NTT, Yulianto.

Kajati mengakui bahwa kasusnya sedikit terhambat karena hasil dari PPATK terhadap 19 nama yang sedang didalami belum diperoleh dari PPATK mengenai aliran dana.

“Saya berharap hasil PPATK segera kami dapat sehingga kami bisa bersikap soal kasus itu. Dan, pada prinsipnya kami gunakan prinsip kehati – hatian dalam penanganan perkara tersebut,” papar Kajati NTT.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here