Home Kota Kupang Kasus OTT Kadis PUPR, Anggota REI NTT Harus Tanggung Jawab

Kasus OTT Kadis PUPR, Anggota REI NTT Harus Tanggung Jawab

411
0
SHARE

Foto : Yanto MP. Ekon

Kupang, Kriminal.co – Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilalukan oleh Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) terhadap Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Benyamin H. Ndapamerang makin berkepanjangan.

Pasalnya, OTT yang dilakukan Kejati NTT dengan barang bukti (BB) hanya Rp. 15. 000. 000 itu kini berubah lagi bukan menjadi OTT namun menjadi kasus pemerasan berdasarkan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dan dakwaan alternatif yakni gratifikasi.

Dalam fakta persidangan, terungkap bahwa Kadis PUPR Kota Kupang, Benyamin H. Ndapamerang tidak pernah meminta apapun baik dalam bentuk hadiah maupun uang kepada anggota REI NTT guna kepengurusan ijin.

Bahkan, uang yang hanya bernilai Rp. 15. 000. 000 itu diberikan kepada terdakwa atas inisiatif dari anggota REI NTT, Manotona Laia.

Bukan saja itu, uang yang hanya bernilai Rp. 15. 000. 000 itu ditawarkan secara langsung oleh Ketua DPD REI NTT, Bobby T. Pitoby kepada terdakwa melalui pesan Whats App (WA) namun tidak direspon oleh terdakwa.

Semua fakta yang terungkap dalam persidangan ini, merupakan pengakuan dari dua (2) orang saksi yakni Ketua DPD REI NTT, Bobby T. Pitoby dan anggota REI NTT, Manotona Laia.

Menanggapai fakta sidang, Yanto Ekon, selaku Penasehat hukum terdakwa Hengki Ndapamerang kepada wartawan, Rabu (08/09/2022) menegaskan bahwa REI NTT turut bertanggung jawab dalam kasus OTT dugaan pemerasan yang kini menjerat kliennya.

Yanto Ekon kembali menegaskan, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum ada penyuapan terhadap terdakwa Hengki Ndapamerang. Dengan demikian REI NTT harus turut bertanggung dalam kasus ini.

“REI NTT turut bertanggung jawab karena sebagai pemberi dan kliennya penerima,” tegas Yanto.

“Jadi menurut pendapat kami bila unsur dakwaannya suap, maka pemberi dan penerima harus ditetapkan tersangka, jangan hanya pemerima saja. Itu sesuai dengan pasal 5 UU Tipikor. Disitu ada pemberi dan penerima, sampai sekarang terdakwa hanya satu, kalau mau delik suap maka pemberi dan penerima harus diproses hukum juga bukan hanya penerima saja,” tambah Yanto Ekon.

Selain dakwaan penyuapan dari JPU, lanjut Yanto Ekon, ada juga dakwaan lain yaitu dakwaan pemerasan. Untuk dakwaan pemerasan, hingga saat ini tidak terbukti.

“Tentang dakwaan pemerasan itu tidak ada bukti sama sekali, dari saksi-saksi yang diperiksa baik saksi Manutona Laia, yang memberikan uang dengan ketua REI pak Bobby Pitoby, uang itu diberikan atas inisiatif sendiri untuk memperlancar persetujuan bangunan gedung yang mereka sangat butuhkan. Sebab bagi REI, kalau proses pembangunan gedung itu tidak diterbitkan gedung itu tidak dibangun maka perusahaan mereka akan mandek,” terangnya.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here