Home Rote & Sabu Kasus Pengadaan Pakaian Linmas di Rote Ndao, “Terkubur” di Kejati NTT

Kasus Pengadaan Pakaian Linmas di Rote Ndao, “Terkubur” di Kejati NTT

1756
0
SHARE

Rote Ndao, kriminal.co –  Setelah dilaporkan oleh Lodwik Leo terkait kasus dugaan korupsi pengadaan pakaian Linmas sebanyak 1.600 pasang pada Bagian Umum Setda Kabupaten Rote Ndao untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Rote Ndao tahun 2015 lalu senilai Rp 1, 6 miliar di Kejati NTT nyatanya “terkubur” di Kejati NTT.

Setelah menerima laporan dari Lowdik Leo, tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT berencana akan memanggil Direktur Utama (Dirut) CV. Pelangi Veronika Rohi akan dipanggil untuk diperiksa.

Namun, nyatanya rencana tim penyidik Kejati NTT hanyalah gertakan sambal belaka terkait kasus dugaan korupsi pengadaan pakaian Linmas pada Bagian Umum Setda Kabupaten Rote Ndao yang dikerjakan CV. Pelangi.

Lowdik Leo yang pernah ditemui dihalaman Kantor Kejati NTT, saat melaporkan.kasus itu mengaku bahwa pekerjaan pengadaan pakaian Linmas yang diperuntukan bagi para PNS di Kabupaten Rote Ndao itu diduga kuat tidak sesuai spek, bahkan hingga akhir masa kontrak sebagian besar pada Tahun 2015 lalu pengadaan pakaian tersebut telat disalurkan sehingga sebagian penerima baru menerima barang pada tahun 2016 sekitar bulan Juli lalu.

Dikatakan Lodwik Leo, kedatangan dirinya ke Kantor Kejati NTT hendak menyerahkan sejumlah Dokumen terkait Pengadaan Pakaian Linmas pada bagian umum Setda Kabupaten Rote ndao pasalnya kuat dugaan pengadaan pakaian tersebut jelas-jelas tidak sesuai spek yang ada dalam kontrak, apalagi kontraktor terlambat mendistribusikan pakain tersebut dan bukan saja itu, harusnya setelah dilakukan Tender dan Pihak CV Pelangi selaku pemenang Tender sebelum mengadakan pakaian tersebut harusnya terlebih dulu melakukan pengukuran di setiap SKPD terhadap masing masing penerima pakaian Linmas, tetapi ternyata dalam perjalanan Pihak kontraktor tidak melakukan hal itu padahal waktu yang tertera dalam kontrak sudah jelas.

“Kontraktor bahkan melakukan pengadaan secara sepihak dengan cara pengadaan ukuran sesuai keinginan kontraktor akibatnya hampir seluruh penerima pakaian tersebut mengeluh dan harus mengeluarkan dana untuk merubah pakaian yang sudah diterima,” jelasnya.

Untuk itu kedatangan, kata Lowdik, dirinya ke Kejati NTT meminta agar Tim inteligen Pihak Kejati NTT guna segera memanggil Kontraktor CV Pelangi Veronika Rohi untuk diperiksa, sebab meskipun sudah tertera dalam kontrak namun nyatanya pihak kontraktor bekerja sesuai keinginan mereka dan itu jelas-jelas sudah menyalahi aturan, bahkan banyak PNS yang sampai saat ini belum mengunakan pakaian tersebut sebab dilihat dari bahanya sangat tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam kontrak kerja .

“Kami sangat berharap agar aparat Penegak hukum dalam hal ini Kejati NTT untuk segera bertindak cepat sehingga di kemudian hari tidak ada lagi Kontraktor Pelaksana Pemenang Tender sejumlah proyek melakukan hal yang sama yaitu bekerja sesuai keinginan mereka bukan pada Dasar Kontrak. Selain kami menyerahkan sejumlah dokumen kami juga akan menyerahkan beberapa pasang barang bukti berupa Pakaian Linmas,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan oleh media kriminal.co, pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT belum dapat dikonfirmasi.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here