Home Kota Kupang Kasus Puskesmas Inbate, Tiga Terdakwa Dituntut Dua Tahun Penjara

Kasus Puskesmas Inbate, Tiga Terdakwa Dituntut Dua Tahun Penjara

449
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi pembangunan Puslesmas Inbate, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Senin (18/04/2022).

Sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Kupang, dipimpin ketua majelis hakim, Wari Juniati, didampingi hakim anggota Anak Agung G. O. Mahardika dan Lizbet Adelina beragendakan pembacaan tuntutan untuk tiga terdakwa yakni Kadis Kesehatan TTU, Thomas Laka, Leonardus P. Diaz (PPK) dan Benyamin Lasakar (rekanan). JPU Andrew Keya menghadiri sidang secara virtual. Sedangkan kuasa hukum masing – masing terdakwa hadir secara langsung di Pengadilan Tipikor Kupang.

Dalam amar tuntutannya, JPU menegaskan bahwa ketiga terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pembangunan Puskesmas Inbate di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Untuk itu, ketiga terdakwa dituntut masing – masing selama dua (2) tahun penjara, dikurangi masa tahanan yang telah dijalani terdakwa dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.

Selain itu, ketiga terdakwa juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) subsidair  6 (enam) bulan penjara. Sedangkan untuk terdakwa Leonardus Diaz dan Benyamin Lasakar dituntut untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 5.000.000 subsider 2 (dua) bulan.

Untuk terdakwa Benyamin Lasakar dituntut membayar Uang Pengganti sebesar Rp. 944.258.813,14 (Sembilan ratus empat puluh empat juta dua ratus lima puluh delapan ribu delapan ratus tiga belas rupiah dan empat belas sen) dikurangkan sepenuhnya dengan uang sitaan senilai Rp. 854.381.915,31 (delapan ratus lima puluh empat juta tiga ratus delapan puluh satu ribu Sembilan ratus lima belas rupiah dan tiga puluh satu sen rupiah) yang disita dari terdakwa, sehingga uang pengganti yang harus dibayarkan oleh terdakwa sebesar Rp. 89.876.897,83 (delapan puluh sembilan juta delapan ratus tujuh puluh enam ribu delapan ratus sembilan puluh tujuh rupiah dan delapan puluh tiga sen) subsidair 1 (satu) tahun.

Menurut JPU, adapun yang menjadi pertimbangan Penuntut Umum dalam tuntutannya yakni para terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya serta telah dilakukan pengembalian atau penyitaan uang senilai Rp. 854.381.915,31 dari Benyamin Lasakar untuk menutupi kerugian keuangan negara yang diakibatkan.

Ditambahkan JPU, perbuatan para terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here