Home Flores Kasus Puskesmas Waigete, Kejari Sikka Tahan RDB

Kasus Puskesmas Waigete, Kejari Sikka Tahan RDB

392
0
SHARE

DITAHAN: RDB selaku kontraktor pelaksana ditahan Kejari Sikka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan ruang rawat jalan Puskesmas Waigete senilai Rp. 4. 122. 619. 243, 24, Kamis (15/09/2022)

Sikka, Kriminal.co – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka, menetapkan dan menahan RDB selaku kontraktor pelaksana sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pembangunan Ruang Rawat Jalan Puskesmas Waigete Tahun Anggaran 2019 senilai Rp. 4.122.619.243,24, Kamis (15/09/2022).

Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Sikka, R. Ibrahim, S. H kepada wartawan, Kamis (15/09/2022) menegaskan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Sikka Nomor: Print45/N.3.15/Fd.1/06/2022 tanggal 15 Juni 2022 dan berdasarkan 2 (dua) alat bukti maka penyidik menetapkan RDB sebagai tersangka.

Dijelaskan Ibrahim, RDB ditetapkan sebagai tersangka terkait Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam pembangunan ruang rawat jalan Puskesmas Waigete Tahun Anggaran 2019.

Menurut Ibrahim, berdasarkan surat penetapan tersangka Nomor : PRINT 70/N.3.15/Fd.1/09/2022, tanggal 15 September 2022 untuk mempercepat proses Penyidikan, berdasarkan Pasal 21 ayat (1) KUHAP ada kekhawatiran tersangka melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana, selanjutnya terhadap tersangka RDB dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak 15 September 2022 s/d 04 Oktober 2022 di Rumah Tahanan Polres Sikka berdasarkan Surat Perintah
Penahanan Nomor : PRINT-71/N.3.15/Fd.1/09/2022, tanggal 15 September 2022.

Dijelaskan Ibrahim, pada tahun 2019, pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka terdapat pekerjaan pembangunan puskesmas yang anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus yakni Puskesmas Waigete yang dilaksanakan oleh CV Hesty Indah dengan Direkturnya Saudara YMH, berdasarkan Surat Perjanjian Nomor: DINKES.PPK.DAK.JK/11/VII/2019, tanggal 12 Juli 2019, Paket Pekerjaan Pembangunan Ruang Rawat Jalan Puskesmas Waigete, dengan nilai kontrak Rp. 4.122.619.243,24.

Namun, lanjutnya, yang mengerjakan pekerjaan Pembangunan Ruang Rawat Jalan Puskesmas Waigete Tahun 2019 tersebut yqkni RDB berdasarkan perjanjian lisan dengan YMH selaku Direktur CV. Hesty Indah.

“Dalam pelaksaannya RDB yang melaksanakan pekerjaan dan bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan Pembangunan Ruang Rawat Jalan Puskesmas Waigete Tahun 2019 dan setiap pencairan pekerjaan, uangnya diserahkan kepada Saudara RDBselaku yang mengerjakan seluruhnya, dan Saudara RDB memberikan uang ke Saudara YMH ketika ada keperluan saja,” ungkap Ibrahim.

“Pekerjaan Pembangunan Ruang Rawat Jalan Puskesmas Waigete Tahun 2019 pernah dilakukan addendum yaitu Addendum Nomor : PPK. Dinkes. JK/ADDENDUM/50/XI/2019 tanggal 12 November 2019 addendum ini terkait pekerjaan tambah kurang (CCO),” tambahnya.

Ditambahkannya, addendum II Nomor PPK.Dinkes.JK/ADDENDUM/41/XII/2019 tanggal 20
Desember 2019 addendum ini terkait penambahan jangka waktu pelaksaan karena pekerjaan tersebut diatas belum selesai dimana berdasarkan laporan kemajuan fisik pekerjaan baru mencapai 90,21% sehingga pihak penyedia
mengajukan permohonan penambahan waktu pelaksaan pekerjaan sehingga PPK telah memberikan kesempatan untuk menyelesaikan sisa item pekerjaan selama
50 (lima puluh) hari kalender terhitung mulai tanggal 22 Desember 2019 sampai dengan tanggal 09 Februari 2020.

Menurut Ibrahim, dalam kasus ini tersangka dijerat menggunakan Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 Selain itu, tersangka RDB juga dijerat menggunakan Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here