Home Kabupaten Kupang Kasus Rp. 6, 5 Miliar, David Lape Rihi Kembali Diperiksa Jaksa

Kasus Rp. 6, 5 Miliar, David Lape Rihi Kembali Diperiksa Jaksa

563
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang, kembali memeriksa saksi – saksi dalam kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal bagi PDAM Tirta Lontar Kabupaten Kupang untuk pembangunan dan jaringan SPAM tahun 2015 – 2016 senilai Rp. 6, 5 miliar.

Kali ini, tim penyidik kembali memeriksa David Lape Rihi dan Yunias Laiskodat, Senin (21/3/2022). Keduanya menjalani pemeriksaan tambahan dari pukul 13.00 wita – 18.00 wita di ruangan pemeriksaan Pidsus. Selanjutnya, Selasa (22/03/2022), Yunias Laiskodat kembali diperiksa dari pukul 11.00-18.00.

David Lape Rihi dan Yunias Laiskodat diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan korupsi terkait penggunaan dana penyertaan modal bagi PDAM Tirta Lontar Kabupaten Kupang untuk pembangunan dan jaringan SPAM tahun anggaran 2015 – 2016 senilai Rp 6,5 miliar.

Kajari Kabupaten Kupang, Ridwan S. Angsar, S. H, M. H melalui Plh. Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Kupang, Shelter Wairata, SH., Rabu (23/3/2022), mengatakan, dari hasil pemeriksaan kedua saksi telah terungkap sejumlah fakta baru.

Menurut Shelter, David Lape Rihi dalam pemeriksaan telah mengakui bahwa dirinya meminjam bendera atau perusahaan untuk mengikuti tender paket pekerjaan di PDAM Kabupaten Kupang pada tahun 2015 dan 2016. Bendera perusahaan yang dipinjam adalah PT. Annisa Prima Lestari dan CV. Cempaka Indah.

“Dan mulai pelelangan, pelaksanaan pekerjaan hingga penagihan pembayaran dan menerima uang, dialah (David Lape Rihi) yang selalu hadir, walaupun para PPK setiap tahun anggaran dan Direktur PDAM mengetahui David Lape Rihi bukan orang yang berkontrak atau orang yang bukan sebagai pemilik perusahaan, namun selalu dilayani pembayaran, dan pembayaran dilakukan secara tunai/cash di ruang Direktur PDAM,” jelas Wairata.

Sementara, Yunias Laiskodat selaku pemilik perusahaan CV Triparty Enginering, mengakui pada tahun 2015 dan 2016 mengikuti tender jasa konsultan perencana dan konsultan pengawas dengan menggunakan perusahan lain yakni CV Sains Group Konsultan untuk perencana dan CV El Emunah untuk konsultan pengawas.

Peminjaman bendera atau perusahaan dilakukan Yunias karena perusahaan miliknya minim pengalaman dalam pekerjaan perpipaan.

Menurut Wairata, guna memperlancar proses pelelangan dengan tujuan agar perencanaan dan pengawasan dikerjakan Yunias Laikodat, sehingga ketiga perusahaan yakni CV Triparty Enginering, CV Sains Group Consultan dan CV EL Emunah digunakan Yunias untuk mengikuti lelang hingga proses pembuatan dokumen penawaran dibuat oleh Yunias sendiri untuk seluruh perusahaan.

Namun tidak seluruh perbuatan Yunias Laiskodat menggunakan perusahaan orang lain diizinkan pemiliknya. Untuk CV. Sains Group, Yunias Laiskodat hanya diberi izin menggunakan pada tahun 2015, tetapi tahun 2016 digunakan tanpa izin direktur CV. Sains Group. Sedangkan CV. El Emunah digunakan Yunias tanpa izin dan sepengetahuan pemilik perusahaan tersebut.

“Atas pinjam bendera tersebut Direktur CV. Sains Group mendapatkan fee sebesar Rp 30 juta,” beber Wairata.

Telah diakui oleh Yunias, lanjut Wairata, bahwa selama proses pekerjaan dia selalu berkonsultasi dengan Tris Talahatu, dan setiap turun lapangan pun bersama dengan Tris Talahatu, hingga proses penagihan pembayaran atas nama konsultan perencana maupun dan pengawasan, Yunias tidak pernah ditegur oleh PPK Tris Talahatu maupun PPK Anik Nurhayati, sehingga bagi Yunias pinjam bendera bukanlah hal yang dilarang.

Selain itu, lanjut Wairata, diakui juga oleh Yunias bahwa dalam proses perencanaan seluruh tenaga ahli yang ada dalam kontrak Tahun 2015 atau 2016 hanyalah digunakan nama mereka, sedangkan tim ahli yang kerja adalah ahli yang didatangkan oleh Yunias dari Makasar.

“Oleh karena itu penyidik sudah mengantongi nama-nama orang yang terlibat dalam proses perencanaan yang dapat dikatakan bondong tersebut, dan penyidik akan memanggil para ahli tersebut,” kata Wairata.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here