Home Flores Kasus Tanah Merdeka, Kejari Lembata Turunkan Citra Institusi Kejaksaan

Kasus Tanah Merdeka, Kejari Lembata Turunkan Citra Institusi Kejaksaan

457
0
SHARE

Kajari Lembata, Azrizal, S. H, M. H

Kupang, Kriminal.co – Kasus dugaan korupsi mafia tanah di Desa Merdeka, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Adonara, yang telah berstatus penyidikan (Dik), kini disebut bahwa tidak memiliki cukup alat bukti.

Dikarenakan tidak memiliki alat cukup bukti oleh penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Kabupaten Lembata, maka kasus tersebut tidak bisa dilanjutkan ke tingkat penuntutan.

Sebelumnya, Kejari Kabupaten Lembata telah meningkatkan status kasus itu dari penyelidikan (Lid) ke penyidikan (Dik), karena ditemukan adanya perbuatan melawan hukum.

Namun, sayangnya Kajari Kabupaten Lembata, Azrizal, S. H, M. H melalui Kasi Intel, Teddy Valentino menegaskan bahwa kasus tersebut tidak bisa dilanjutkan ke tahap penuntutan karena tidak memiliki alat bukti yang cukup.

Melihat sikap Kajari Lembata, Azrizal, S. H, M. H, Dosen Fisip Undana Kupang, Lasarus Jehamat mulai angkat bicara mengenai kinerja Kejari Kabupaten Lembata.

Lasarus Jehamat kepada wartawan, Selasa (26/04/2022) menegaskan bahwa fakta ini menyulitkan kejaksaan menaikan citra positif kejaksaan dalam penegakan hukum di NTT khususnya wilayah Kabupaten Lembata.

Menurutnya, saat ini masyarakat sedang mendorong Kejaksaan dalam penegakan hukum guna perbaikan citra. Namun, kini berbanding terbalik seperti yang dilakukan Kejari Kabupaten Lembata. Justru yang dilakukan Kejari Lembata telah menurunkan citra institusi kejaksaan di NTT.

“Saya melihat bahwa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lembata telah menurunkan citra institusi Kejaksaan khususnya di NTT,” sesak Lasarus.

Yang menjadi pertanyaannya, kata Lasarus, siapa yang menaikan status kasus itu dari penyelidikan (Lid) menjadi penyidikan (Dik)?, sehingga penetapan kasus itu disertai dengan alat bukti dan didukung dengan saksi – saksi.

“Kajari Lembata, Azrizal, S. H, M. H harus bisa menerangkan ke publik, alasan menaikan status kasus itu dulu. Kalau tidak, itu bisa menggerus kepercayaan publik pada penegak hukum,” ungkap Lasarus.

Menurut Lasarus, yang dilakukan Kajari Kabupaten Lembata, Azrizal, S. H, M. H dan Kasi Intel, Teddy Valentino dalam kasus dugaan korupsi mafia tanah di Desa Merdeka merupakan preseden buruk bagi penegakan hukum di NTT bahkan menurunkan citra institusi Kejaksaan.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here