Home Kota Kupang Kasus Walikota Cup, Saksi Mengaku Agus Riri Mase Terima Rp. 130 Juta

Kasus Walikota Cup, Saksi Mengaku Agus Riri Mase Terima Rp. 130 Juta

1557
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Sidang Kasus dugaan korupsi kegiatan Walikota Cup senilai Rp. 750 juta kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Kamis (10/03/2022).

Sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Kupang menghadirkan sejumlah saksi dalam kasus tersebut yang dipimpin ketua majelis, Teddy Windiartono didampingi dua hakim anggota. Turut hadir JPU Kejari Kota Kupang, Yeremias Pena dan Rumata. Kedua terdakwa yakni Yusuf Hau Radja dan Deasy Mariani Adi Putri mengikuti sidang secara virtual sedang kedua kuasa hukumnya masing – masing, Lesly Anderson Lay dan Thomy Jacob hadir dalam persidangan.

Dalam persidangan, Direktur Utama (Dirut) CV. Utama Konstruksi, Selfius Tunliu mengaku bahwa uang senilai Rp. 130 juta diterima oleh Agus Riri Mase (Sekretaris Kota Ambon).

Menurut saksi, dirinya hanya menandatangani berita acara pembayaran atau bukti pembayaran senilai Rp. 130 juta namun uang tersebut tidak diterima oleh dirinya selaku Dirut CV. Utama Konstruksi.

“Iya benar. Saya tanda tangan bukti pembayaran senilai Rp. 130 juta tapi uangnya saya tidak pernah terima sedikitpun. Uang itu diterima oleh Agus Riri Mase,” jujur saksi, Selfius Tunliu.

Dijelaskan saksi bahwa mengenai pengadaan pakaian olah raga dalam kegiatan Walikota Cup itu dibelanjakan oleh Agus Riri Mase yang mana seharusnya pekerjaan tersebut dilakukan oleh CV. Utama Konstruksi.

Ditambahkan saksi, secara jujur mengaku bahwa pekerjaan pengadaan pakaian olah raga dalam kegiatan tersebut merupakan Agus Riri Mase. Dalam kesempatan itu diakuinya bahwa Agus Riri Mase merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintah Kota Kupang.

Salah satu saksi lainnya yang dihadirkan dalam kasus itu yakni Ejbends Doeka. Dalam keterangannya Ejbends mengatakan bahwa tidak terdapat laporan kegiatan tersebut dari panitia pengadaan Sherly Megawati Lona.

Ditambahkan saksi, dirinya tidak mengetahui adanya kontrak kerja dan SPK yang diberikan dinas terkait mengenai kegiatan Walikota Cup Tahun 2017 lalu.

“Tidak ada kontrak dan SPK. Untuk SPK diketahui setelah kegiatan Walikota Cup telah selesai dikerjakan. Dan laporan pertanggung jawaban diberikan jauh setelah kegiatan itu selesai,” ungkapnya.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here