Home Alor Kejari Alor Kembali Tetapkan Lima Orang Tersangka Kasus Korupsi DAK

Kejari Alor Kembali Tetapkan Lima Orang Tersangka Kasus Korupsi DAK

479
0
SHARE

BERI KETERANGAN : Kajari Alor, Abdul Muis Ali, S. H, M. H, didampingi para Kasi Kejari Alor saat memberikan keterangan pers di Kantor Kejari Kabupaten Alor, Jumat (17/06/2022) siang

Kupang, Kriminal.co – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Alor kembali menetapkan lima (5) orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kegiatan pembangunan sekolah, pembangunan laboratorium, ruang praktikum sekolah, rehabilitasi sedang berat perpustakan sekolah, dan pengadaan meubeler sekolah dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Alor.

Kajari Kabupaten Alor, Abdul Muis Ali, S. H, M. H yang dihubungi wartawan, Jumat (17/06/2022) menegaskan bahwa berdasarkan hasil pengembangan penyidikan oleh tim penyidik Kejari Kabupaten Alor dan berdasarkan hasil ekspose penyidik dalam kasus itu, maka penyidik menetapkan sedikitnya lima (5) orang sebagai tersangka.

Disebutkan mantan Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT ini, lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi DAK pada Dinas Pendidikan Kabupaten Alor diantaranya DM (konsultan), DK (penyedia), KD (penyedia), GS (penyedia) dan JH (penyedia).

“Sesuai hasil pengembangan penyidikan (DIK) dan hasil ekspose oleh penyidik Kejari Kabupaten Alor, maka kami menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus itu. Lima orang itu yakni DM sebagai konsultan, DK, KD, GS, JH selaku penyedia,” jelas Kajari Alor.

Ditegaskan Abdul Muis Ali, yang menjadi dasar penyidik menetapkan lima orang ini sebagai tersangka adalah didukung dengan alat bukti yang cukup sebagaimana diatur dalam pasal 184 KUHP.

Masih menurut Abdul Muis Ali, penetapan lima orang ini sebagai tersangka berdasarkan hasil perhitungan kerugian keuangan negara oleh ahli sebagaimana perkara tersebut dalam tahap penuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang.

Ditambahkan Kajari, dalam kasus ini negara mengalami kerugian keuangan negara berdasarkan perhitungan ahli sebesar Rp. 1. 716. 052. 692, 07 (satu miliar tujuh ratus enam belas juta lima puluh dua ribu enam ratus sembilan puluh dua rupiah koma tujuh sen).

Bahwa para tersangka, lanjut Kajari, telah memperoleh atau keuntungan dalam pelaksanaan kegiatan pengelolaan DAK Tahun 2019 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Alor.

“Mereka ditetapkan sebagai tersangka karena didukung dengan alat bukti yang cukup sesuai pasal 184 KUHP dan para tersangka memperoleh keuntungan dalam kegiatan pengelolaan DAK Tahun 2019 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Alor,” terang Abdul Muis Ali.

Kajari Alor kembali melanjutkan bahwa dalam kasus tersebut kelima tersangka dijerat menggunakan pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.

Selain itu, para tersangka juga dijerat menggunakan pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here