Home Kabupaten Kupang Kejati NTT Bakal Ambil Tindakan Tegas Terkait Proyek Jalan Noelelo – Oepoli

Kejati NTT Bakal Ambil Tindakan Tegas Terkait Proyek Jalan Noelelo – Oepoli

436
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), bakal mengambil tindakan tegas kepada PT. Naviri yang mengerjakan proyek pekerjaan PLBN Noelelo – Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang senilai Rp. 109 miliar.

Hal ini diingatkan oleh Asisnten Intelejen (As Intel) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), Asbach, S. H, M. H, kepada Satuan Kerja PJN Wilayah I BPJN X NTT terkait minusnya 5 persen (%) proyek pekerjaan PLBN Noelelo – Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang senilai Rp. 109 miliar.

“Saya sudah ingatkan Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah I BPJN X NTT, soal kurangnya pekerjaan jalan Noelelo – Oepolisi 5 persen,” kata Asisten Intelejen Kejaksaan Tinggi NTT, Asbach, S. H, M. H, Kamis (17/02/2022).

Dijelaskan Asbach, pihaknya telah mengingatkan Satker PJN Wilayah I BPJN X NTT, pada beberapa waktu mengenai kurangnya 5 persen pekerjaan fisik jalan Noelelo – Oepoli.

Ditambahkan As Intel Kejati NTT, dengan diingatkannya Satker PJN Wilayah I BPJN X NTT terkait minusnya pekerjaan fisik itu, pihak Satker telah memperpanjang pekerjaan itu selama 90 hari kalender.

Ditegaskan Asbach, jika peringatan itu tidak diindahkan olrh pihak Satker PJN Wilayah I BPJN X NTT, maka akan diambil langkah tegas berdasarkan aturan hukum serta perundang – undangan yang berlaku.

“Saya sudah ingatkan mereka (Satker) dan PT. Naviri, jika tidak diindahkan maka kami ambil langkah tegas terhadap Satker yang bersangkutan,” tegas Asbach.

Untuk diketahui, proyek fisik pembangunan ruas jalan PLBN Oepoli-Noelelo di Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, yang dikerjakan PT Naviri mengalami pengurangan pekerjaan minus 5 persen, hingga selesai masa pelaksanaan pada 31 Desember 2021 lalu.

Proyek pembangunan jalan PLBN Oepoli-Noelelo itu menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp. 109 miliar lebih yang dikerjakan sejak November 2020 hingga 31  Desember 2021 dengan panjang efektif jalan yang ditangani 22 Kilometer  (Km) hotmix.

Namun fakta di lapangan hingga Januari 2022, PT Naviri sebagai pelaksana belum bisa menyelesaikan proyek jalan itu hingga minus 5 persen. Hingga berita ini diturunkan pihak PT. Naviri belum berhasil dikonfirmasi wartawan.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here