Home Timor Kejati NTT Dalami Peristiwa Pidana Kasus MTN Rp. 50 Miliar

Kejati NTT Dalami Peristiwa Pidana Kasus MTN Rp. 50 Miliar

238
0
SHARE

Foto : Abdul Hakim, S. H (Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT)

Kupang, Kriminal.co – Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), kini sedamg mendalami peristiwa pidana dalam kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) senilai Rp. 50 miliar oleh Bank NTT dari PT. SNP Finance.

Untuk menemukan adanya peristiwa tindak pidana dalam kasus dugaan korupsi pada Bank NTT senilai Rp. 50 miliar, penyidik Tipidsus Kejati NTT terus melakukan Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket).

“Tim lidnya sementara mengumpulkan bahan dan keterangan (Pulbaket) agar dapat menemukan ada tidaknya peristiwa pidana dalam kasus MTN senilai Rp. 50 miliar di Bank NTT,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Senin (11/10/2022) di Kantor Kejati NTT.

Menurut Abdul, Pulbaket yang dilakukan oleh penyidik Tipidsus Kejati NTT ini, akan dilakukan pemanggilan terhadap sejumlah pejabat di Kantor Bank NTT yang dnilai memiliki peran penting dalam pembelian MTN senilai Rp. 50 miliar oleh Bank NTT.

Ketika ditanya apakah Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Alex Riwu Kaho bakal dipnggil juga, Abdul mengatakan Dirut Bank NTT juga turut dipanggil untuk dimintai klarifikasi dalam proses pembelian MTN senilai Rp. 50 miliar.

“Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Alex Riwu Kaho juga bakal dipanggil untuk dimintai klarifikasi. Karena saat itu dirinya merupakan Kepala Divisi Treasury (Kadiv Treasury) Bank NTT,” terang Abdul.

Sebelumnya, Abdul Hakim menegaskan dalam kasus ini perbuatan melawan hukum (PMH) dalam kasus ini telah terpenuhi. Namun, saat ini tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT tinggal menunggu hasil perhitungan ahli yang real atau nyata.

“Dalam kasus ini, Perbuatan Melawan Hukum (PMH) sudah terpenuhi. Taoi, penyidik masih tunggu perhitungan kerugian keuangan negara yang nyata atau real dari ahli,” kata Abdul Hakim.

Dijelaskan Abdul, mengenai kerugian keuangan negara saat ini sedang dihitung oleh ahli sehingga penyidik masih tunggu perhitungan kerugian keuangan negara yang nyata dari ahli.
Mengenai SOP yang dikatakan telah sesuai ketentuan atau aturan yang berlaku, Humas Kejati NTT menegaskan bahwa Bank NTT harus membuktikan hal itu.

Pasalnya, kata Abdul, sesuai hasil dari tim penyidik Tipidsus Kejati NTT ditemukan bahwa tidak sesuai SOP. Hal itu dikarenakan tidak diketahui oleh pejabat yang berwenang dalam proses pembelian MTN senilai Rp. 50 miliar oleh Bank NTT.

“Jika benar Bank NTT untung Rp. 1 triliun dari pembelian MTN? Pembeliannya kapan dan tahun berapa. Dan, jika mungkin sudah sesuai SOP maka harus dibuktikan soal SOPnya oleh Bank NTT,” tegas Abdul Hakim.

Untuk itu, lanjutnya, kasus dugaan korupsi yang kini ditangani oleh penyidik Tipidsus Kejati NTT tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk itu, masyarakat NTT diminta untuk bersabar.

“Tidak ada tekanan apapun dan dari siapapun dalam penanganan kasus MTN Bank NTT senilai Rp. 50 milir. Penyidik Kejati NTT saat ini bekerja secara profesional dan transparan,” ujarnya.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here