Home Kota Kupang Ketua Komisi III : MTN Bukan Milik Pemegang Saham

Ketua Komisi III : MTN Bukan Milik Pemegang Saham

234
0
SHARE

Foto : Jonas Salean

Kupang, Kriminal.co – Jonas Salean selaku Ketau Komisi III DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), menilai masalah pembelian MTN oleh Bank NTT senilai Rp. 50 miliar belum selesai.

“Masalah MTN di Bank NTT itu belum selesai. Belum clear. Uang yang digunakan dalam pembelian MTN itu bukan milik Pemegang Saham, tetapi itu merupakan uang rakyat di APBD yang disetor dalam bentuk penyertaan modal,” kata Jonas Salean yang ditemui di kantor DPRD Provinsi NTT, Selasa (07/06/2022).

Menurut mantan Walikota Kupang ini, walaupun, Pemegang Saham menilai kasus itu merupakan resiko bisnis. Namun masalah ini tidak selesai begitu saja.

Karena itu, lanjutbya, pihaknya akan meminta Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia perwakilan NTT terkait pembelian Medium Term Notes (MTN) atau Surat Utang Jangka Menengah PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) senilai 50 miliar pada 2018 oleh Bank NTT.

“Kami akan bertemu BPK RI perwakilan NTT untuk meminta LHP guna melihat persoalan MTN di Bank NTT. Semua yang berkaitan dengan persoalan itu akan dilihat dan dibahas komisi III,” tegasnya.

Dicontohkannya, kasus NTT Fair yang awalnya dikatakan resiko bisnis, akibat adanya kredit macet. Namun faktanya orang yang bertanggung jawab telah dipenjara.

“Kok persoalan MTN hanya dibilang resiko bisnis dan kemudian selesai begitu saja,” ujarnya.

Contoh lainnya, kata Jonas, pada 2020 lalu peristiwa Hukum yang sama dengan subyek Hukum yang berbeda juga terjadi di Medan. Pembelian MTN PT. SNP oleh Bank SUMUT telah dituntut Kejati Medan atas nama Terdakwa Maulana Akhyar Lubis (Kepala Divisi Treasury) dan diputus 10 tahun penjara.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan No. 41/PID.SUS-TPK/2020/PN MDN kemudian mengvonis dengan Putusan Terbukti Bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi dengan Hukuman Pidana selama 10 tahun. Putusan ini kemudian dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Medan No. 29/PID.SUS-TPK/2020/PT MDN.

Untuk diketahui, dalam pemeriksaan atas pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK) tahun 2018 dan 2019 pada PT Bank NTT, BPK RI menemukan tiga permasalahan, salah satunya adalah mengenai pembelian MTN PT. SNP senilai Rp50 miliar pada 2018. Temuan ini tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Nomor 1/LHP/XIX.KUP/01/2020 tanggal 14 Januari 2020.

Dari hasil pemeriksaan dokumen dan wawancara atas pembelian MTN tersebut, diketahui pembelian surat berharga MTN tidak masuk dalam rencana bisnis bank PT Bank NTT tahun 2017 ataupun tahun 2018.

Namun PT Bank NTT tetap melakukan pembelian MTN senilai Rp50 miliar tanpa didahului dengan due diligence atau uji tuntas untuk menilai kinerja penerbit MTN (PT SNP).

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI, pembelian MTN PT SNP berpotensi merugikan PT Bank NTT sebesar Rp50 miliar dan potensi pendapatan yang hilang atas coupon rate senilai Rp10,5 miliar.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here