Home Timor Minimalisir Kasus Dana Desa, Kejari TTS Gelar BINMATKUM

Minimalisir Kasus Dana Desa, Kejari TTS Gelar BINMATKUM

264
0
SHARE

Soe, Kriminal.co – Untuk mendukung program Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI), Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menggelar kegiatan penerangan hukum program pembinaan masyarakat taat hukum (BINMATKUM), Senin (23/05/2022).

Kegiatan penerangan hukum berupa program BINMATKUM yang dilakukan oleh Kejari Kabupaten TTS digelar di Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS, yang dihadiri oleh Camat Mollo Utara, Kepala Desa, Sekretaris Desa, Bendahara dan ketua TPK se – Kecamatan Mollo Utara.

Kajari Kabupaten TTS, Andarias D’Ornay, S. H, M. H melalui Kasi Intelnya, I Putu Eri Setiawan kepada wartawan mengaku bahwa penerangan hukum yang dilajukan ini merupakan program Kejaksaan Agung RI dan jajaran Korps Adhyaksa diseluruh wilayah Indonesia.

Menurut Setiawan, kegiatan penerangan hukum ini merupakan kegiatan penyuluhan hukum yang merupakan salah satu tugas dan fungsi Kejaksaan khususnya di bidang intelijen dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, termasuk kepada perangkat desa yang bertujuan untuk mengantisipasi dan meminimalisir potensi-potensi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana desa.

Dalam kegiatan ini, lanjut Setiawan, tema yang diusung adalah “Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengelolaan Dana Desa” pada pelaksanaan program penerangan hukum.  Kali ini, dikarenakan banyaknya penyimpangan -penyimpangan dalam pengelolaan dana desa yang dilakukan oleh perangkat desa di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Timor Tengah Selatan.

Diharapkannya, dengan adanya pemberian materi tersebut diharapkan dapat mengurangi dan meminimalisir potensi-potensi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana desa yang terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

“Saya harapkan dengan adanya kegiatan penerangan hukum di Kecamatan Mollo Utara ini, dapat meminimalisir adanya penyimpangan – penyimpangan dalam pengelolaan dana desa di Kabupaten TTS,” harap Kasi Intel Kejari TTS ini.

Ditambahkan Setiawan, dalam pelaksanaan program penerangan hukum tersebut, dirinya melihat antusias para Kepala Desa sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan dimaksud.

“Para kepala desa meminta agar kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan setiap tahun, agar nantinya para perangkat desa bisa tertib administrasi dalam melaksanakan tugasnya dan menghindari potensi-potensi penyimpangan dalam pengelolaan dana desa,” tambahnya.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here