Home Flores Nama Resdiana Ndapamerang Dalam Lingkaran Putusan Kasus Korupsi Rp. 1, 3 Triliun

Nama Resdiana Ndapamerang Dalam Lingkaran Putusan Kasus Korupsi Rp. 1, 3 Triliun

872
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Dr. Yulianto, S. H, M. H, Sabtu (26/02/2022) telah meninggalkan Kantor Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), guna melakukan persiapan serah terima jabatan yang bakal digelar di Kejagung RI pada tanggal 02 Maret 2022 mendatang.

Sebelum dirinya meninggalkan Kantor Kejati NTT, Dr. Yulianto, S. H, M. H, yang dimutasi untuk menduduki jabatan sebagai Kapusdiklat Kejagung RI, menyerahkan tanah seluas 2, 4 Ha kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang pada, Kamis (24/02/2022) lalu yang diterima Pemkot Kupang melalui, Sekda Kota Kupang, Fahrensy Funay.

Dalam kesempatan itu, Dr. Yulianto, S. H, M. H, menegaskan terdapat sejumlah kasus yang belum diselesaikan oleh dirinya selama menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT.

Diakuinya bahwa dirinya bertugas sebagai Kajati NTT baru berumur 19 bulan atau satu (1) tahun tujuh (7) bulan. Dalam kurun waktu 19 bulan ini terdapat sejumlah kasus yang telah dituntaskan dan telah ditingkatkan ke penyidikan.

Namun, katanya, terdapat sejumlah kasus yang belum sempat diselesaikan seperti Dana Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) senilai Rp. 39 miliar, kasus pembelian MTN senilai Rp. 50 miliar pada Bank NTT, kasus asset negara berupa tanah di jalan Veteran, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang dan kasus korupsi di Labuan Bajo senilai Rp. 1, 3 triliun yang diduga melibatkan Resdiana Ndapamerang.

“Saya titipkan empat kasus yang belum sempat saya tuntaskan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT yang baru. Dalam serah terima jabatan itu akan saya serahkan seluruh laporannya kepada Kajati yang baru,” ungkap Yulianto.

Dirincikan bahwa untuk kasus Bank NTT senilai Rp. 50 miliar, Yulianto mengaku bahwa tinggal menunggu hasil PPATK karena nama yang diduga terlibat belum terlihat dalam aliran uang tersebut.

Kedua, kasus Bansos Sabu Raijua, pihaknya tinggal menunggu hasil Perhitungan Kerugian Keuangan (PKN) negara dari ahli.

Ketiga, untuk kasus asset negara di Kelurahan Fatululi, estimasi kerugian keuangan negara mencapai Rp. 12 miliar. Namun, terdapat putusan perdata yang menyatakan bahwa tanah itu milik Jonas Salean. Sehingga, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pihak Kejagung RI.

Sedangkan untuk nama Resdiana Ndapamerang dalam kasus asset Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, putusan telah berkekuatan hukum tetap (incrah) yang mana dalam putusan itu hakim menyatakan Resdiana Ndapamerang wajib dimintai pertanggung jawaban dalam kasus itu.

Pasalnya, akibat perbuatannya Kabupaten Manggarai Barat kehilangan asset berupa tanah yang mana sebelumnya seluas 30 Ha tinggal 26 Ha. Sehingga Resdiana Ndapamerang wajib dimintai pertanggung jawaban secara hukum.

“Untuk Resdiana Ndapamerang putusannya sudah incrah atau berkekuatan hukum tetap. Sehingga, tingga ditindaklanjuti oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT,” tutup Yulianto.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here