Home Kota Kupang Nasib Ketua REI NTT Ditentukan Jaksa Setelah Terima Putusan

Nasib Ketua REI NTT Ditentukan Jaksa Setelah Terima Putusan

281
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Nasib Ketua REI NTT, Bobby Pitoby diujung tanduk setelah majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kadis PUPR) Kota Kupang, Benyamin Hengky Ndapamerang.

Ketua majelis hakim, Sarlota Suek dalam amar putusannya dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Selasa (15/11/2022) memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT pada Kejari Kota Kupang, agar segera menetapkan dan menyeret Ketua REI NTT, Bobby Pitoby dalam kasus suap yang melibatkan Kadis PUPR Kota Kupang.

Menurut ketua majelis hakim, terdakwa Benyamin Hengky Ndapamerang tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan JPU dalam Pasal 12 e Undang – Undang Tindak Pidana Korupsi.

Namun, lanjut hakim, terdakwa Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Benyamin Hengky Ndapamerang terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diatur dan diancam dalam Pasal 5 ayat 2 Undang – Undang Tindak Pidana Korupsi tentang penyuapan.

Untuk itu, ketua majelis hakim, Sarlota Suek dalam amar putusannya menegaskan dan memerintahkan JPU Kejati NTT pada Kejari Kota Kupang agar segera menyeret saksi Ketua REI NTT, Bobby Pitoby dalam kasus tindak pidana korupsi yang melibatkan Kadis PUPR Kota Kupang, Benyamin Hengky Ndapamerang.

Dalam putusan itu, majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang menyebutkan tiga (3) nama diantaranya Bobby Pitoby selaku Ketua REI NTT, Frits Besi selaku anggota REI NTT dan juga Manotona Laia selaku anggota REI NTT.

Dalam kasus ini, hakim menjatuhkan vonis selama tiga (3) tahun dan enam (6) bulan penjara kepada Kadis PUPR Kota Kupang, Benyamin Hengky Ndapamerang.

Selain itu, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang mewajibkan terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp. 100. 000. 000 subsidair tiga (3) bulan kurungan.

Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H, yang dikonfirmasi melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H, Selasa (15/11/2022) mengaku bahwa terkait dengan perintah hakim Pengadilan Tipikor Kupang segera ditindaklanjuti oleh jaksa penyidik Tipidsus Kejati NTT.

Namun, katanya, penyidik Tipidsus Kejati NTT akan mengambil sikap setelah menerima putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang yang telah dibacakan dalam persidangan.

“Yang jelas bahwa perintah hakim dalam putusan yang telah dibacakan dalam persidangan akan ditindaklanjuti oleh penyidik Tipidsus Kejati NTT. Namun, sikap itu akan diambil setelah penuntut umum menerima putusan majelis hakim secara keseluruhan,” kata Abdul Hakim.

“Kami belum terima putusan seluruhnya dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang. Setelah menerima putusan itu maka penyidik Tipidsus akan mengambil sikap seperti apa nantinya,” tambah Abdul.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here