Home Kota Kupang Paul SinlaEloE Ragukan Kajati NTT Soal Bobby Pitoby

Paul SinlaEloE Ragukan Kajati NTT Soal Bobby Pitoby

343
0
SHARE

Foto : Paul SinlaEloE

Kupang, Kriminal.co – Koordinator Divisi Hukum, Pengembengan Inisiatif dan Advokasi Rakyat Nusa Tenggara Timur (PIAR NTT) , Paul SinlaELoE meragukan komitmen Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H, menuntaskan perintah majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang dalam kasus tindak pidana korupsi dengan terdakwa Kadis PUPR Kota Kupang, Benyamin Hengky Ndapamerang.

Dalam putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang memerintahkan agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT pada Kejari Kota Kupang, agar segera menyeret Bobby Pitoby dalam kasus itu karena diduga kuat terlibat.

Pasalnya, dalam putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Benyamin Hengky Ndapamerang selama 3, 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp. 100 juta subsidair 3 bulan kurungan karena dinilai terbukti Pasal 5 ayat 2 Undang – Undang Tindak Pidana Korupsi tentang penyuapan.

Koordinator Divisi Hukum PIAR NTT, Paul SinlaEloE kepada wartawan, Sabtu (19/11/2022) mengaku bahwa dirinya sangat meragukan komitmen Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H dalam menuntaskan kasus itu.

Menurutnya, hal itu terbukti dengan kasus korupsi lainnya yakni kasus asset daerah berupa tanah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat yang telah berkekuatan hukum tetap atau incrah.

Dimana, kata dia, dalam putusan majelis hakim secara tegas memerintahkan agar JPU Kejati NTT agar meminta pertanggung jawaban terhadap saksi Resdiana Ndapamerang dalam kasus itu.

Dilanjutkan Paul, dalam putusan itu secara jelas hakim menyebutkan bahwa akibat perbuatan saksi Resdiana Ndapamerang Pemda Kabupaten Manggarai Barat kehilangan asset negara berupa tanah seluas 6 Ha.

“Saya sangat meragukan komitmen Kajati NTT, Hutama Wisnu dalam menuntaskan kasus korupsi di NTT. Hal ini terbukti dengan perintah hakim dalam kasus asset di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat secara jelas memerintahkan agar saksi Resdiana Ndapamerang dimintai pertanggung jawaban karena akibat perbuatannya Pemda Manggarai Barat kehilangan asset seluas 6 Ha. Jadi saya ragukan Kajati NTT tuntaskan kasus yang menyeret Bobby Pitoby,” ungkap Paul.

Sehingga, kata dia, kasus Kadis PUPR Kota Kupang, Benyamin Hengky Ndapamerang yang terbukti Pasal penyuapan dengan diduga melibatkan Bobby Pitoby selaku Ketua REI NTT dan juga bendahara KONI NTT serta dua anggota REI NTT lainnya sangat diragukan bisa dituntaskan oleh Kajati NTT.

“Sangat – sangat diragukan komitmen Kajati NTT untuk bisa menuntaskan kasus Kadis PUPR Kota Kupang yang diduga melibatkan Ketua REI NTT, Bobby Pitoby, padahal perintah hakim sangat jelas dalam amar putusannya,” ujar Paul.

Koordinator Divisi Hukum PIAR NTT ini menegaskan jika Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H, tidak mampu menuntaskan sejumlah kasus di NTT sebaiknya mundur dari jabatannya sebagai Kajati NTT.

Ditambahkan Paul, kedepannya Jaksa Agung RI, ST. Burhanuddin menunjuk Kajati NTT yang memiliki jiwa kerja dan keberanian dalam menuntaskan kasus korupsi di NTT layaknya DR. Yulianto, S. H, M. H, yang kini menjabat sebagai Kapusdiklat Kejagung RI.

Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H, yang dikonfirmasi melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H sebelumnya mengaku bahwa terkait dengan perintah hakim Pengadilan Tipikor Kupang segera ditindaklanjuti oleh jaksa penyidik Tipidsus Kejati NTT.

Namun, katanya, penyidik Tipidsus Kejati NTT akan mengambil sikap setelah menerima putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang yang telah dibacakan dalam persidangan.

“Yang jelas bahwa perintah hakim dalam putusan yang telah dibacakan dalam persidangan akan ditindaklanjuti oleh penyidik Tipidsus Kejati NTT. Namun, sikap itu akan diambil setelah penuntut umum menerima putusan majelis hakim secara keseluruhan,” kata Abdul Hakim.

“Kami belum terima putusan seluruhnya dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang. Setelah menerima putusan itu maka penyidik Tipidsus akan mengambil sikap seperti apa nantinya,” tambah Abdul.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here