Home Kota Kupang Pencanangan Zona Integritas, Tidak Sejalan Dengan Prinsip Kerja Kajati NTT

Pencanangan Zona Integritas, Tidak Sejalan Dengan Prinsip Kerja Kajati NTT

621
0
SHARE

Foto : Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H

Kupang, Kriminal.co – Pertemuan antara Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Alex Riwu Kaho dan Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT), Hutama Wisnu, S. H, M. H, tidak sejalan dengan pencangan Zona Integritas, WBK/WBBM yang dicanangkan pada, Kamis (20/04/2022) lalu.

Pertemuan antara Dirut Bank NTT,Alex Riwu Kaho dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H, telah melanggar prinsip etika seabagi Aparat Penegak Hukum (APH).

Lasarus Jehamat Dosen Fisip Undana Kupang kepada wartawan, Minggu (24/04/2022) menegaskan bahwa Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H, telah melanggara etika sebagai aparat penegak hukum (APH).

Bahkan, kata Lasarus, perbuatan Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H, tidak sejalan dengan pencangan zona integritas, WBK/WBBM yang sudah dicanangkan oleh Kejati NTT.

“Pertemuan antara Kajati NTT dan Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho tidak sejalan dengan etika sebagai aparat penegak hukum. Bahkan, etika ini sudah tidak sejalan dengan pencangan zona integritas, WBK/WBBM yang dilakukan oleh Kejati NTT,” ujar Lasarus.

Untuk itu, lanjutnya, Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H dan seluruh jajarannya wajib hukumnya mentaati seluruh etika yang telah dilakukan oleh Kajati NTT srbelumnya, Dr. Yulianto, S. H, M. H.

Menurut Lasarus, etika itu perlu ditaati oleh Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H dan seluruh jajarannya sehingga tidak berbenturan dengan tembok penegakan hukum yang ada di Indonesia.

“Saya kira, teman – teman aparat penegak hukum wajib mentaati semua praktik etika yang pernah dilakukan selama ini jika tidak inging berbenturan dengan tembok penegakan hukum,” kata Lasarus.

“Prinsipnya, semua mesti komit dengan aturan yang sudah dibuat bersama. Termasuk di dalamnya praktik etika di sana jangan sampai bertentangan dengan pencangan zona integritas, WBK/WBBM,” kata Lasarus.

Untuk diketahui, bahwa saat ini Kejati NTT sedang menangani kasus dugaan korupsi senilai Rp. 50 miliar pada Bank NTT.

Dalam kasus ini, Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Alex Riwu Kaho merupakan salah satu terperiksa dalam kasus dugaan korupsi MTN yang merugikan keuangan negara hingga Rp. 50 miliar.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here