Home Rote & Sabu Penerima Dana Bansos, Bukan Warga Sabu Raijua

Penerima Dana Bansos, Bukan Warga Sabu Raijua

1581
0
SHARE
Kupang, kriminal.co – Saat ini tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, secara maraton melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) tahun 2014-2017 senilai Rp 35 miliar di Kabupaten Sabu Raijua (Sarai).
Dalam kasus itu, sedikitnya tim penyidik Tipidsus Kejati NTT telah memeriksa penerima dana Bansos di Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) sebanyak 300 orang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim penyidik Tipidsus Kejati NTT, diketahui bahwa para penerima Bansos di Kabupaten Sabu Raijua dinilai tidak.layak menerima dana Bansos tersebut.
“Hasil pemeriksaan sementara dari sejumlah saksi-saksi oleh tim penyidik, diketahui bahwa sebagian besar penerima dana Bansos d Sabu raijua tidak memenuhi kriteria atau tidak layak menerima dana Bansos, “demikian diungkapkan Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Iwan Kurniawan, Jumat (7/9).
Ditambahkan Iwan, bahkan penerima Bansos dari Pemerintah Kabupaten Sarai, bukanlah warga Kabupaten Sarai. Justru sebagian penerima Bansos itu merupakan warga Kota Kupang yang tinggal menetap di Kota Kupang.
“Dari hasil pemeriksaan ditemukan bahwa ada warga yang bukan warga Kabupaten Sabu Raijua tapi tetap menerima dana Bansos. Mereka yang menerima sebagian besar tinggalnya di Kota Kupang,”ujar Iwan.
Ditegaskan Iwan, dengan adanya hasil itu maka jaksa menilai bahwa para penerima dana Bansos di Kabupaten Sarai yang berdomisili di Kota Kupang tidak memenuhi kriteria atau dinilai tidak layak menerima dana tersebut.
Bagi penerima Bansos yang menetap di Kota Kupang, lanjut Iwan, tim penyidik Tipidsus Kejati NTT telah memeriksa oknum-oknum tersebut beberapa waktu lalu di Kejati NTT. Dan, memang benar para penerima dana Bansos itu menetap di Kota Kupang.
Ditambahkan Iwan, hasil pemeriksaan terhadap para saksi lainnya dalam kasus itu juga diketahui bahwa sebagian besar juga tidak menerima dana Bansos sekalipun dan ada juga yang menerima tidak sesuai dengan anggaran yang dicairkan.
“Ada yang tidak terima sama sekali dan ada juga yang terima tapi hanya sebagian (setengah) dari anggaran yang dicairkan,”terang Iwan.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here