Home Flores Penyidik Jadwalkan Pemeriksaan Sekda Flotim Sebagai Tersangka

Penyidik Jadwalkan Pemeriksaan Sekda Flotim Sebagai Tersangka

1291
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Flores Timur (Flotim), Paulus Igo Geroda telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran percepatan penanganan Covid-19 pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur Tahun Anggaran 2020 pada Kamis (15/09/2022) lalu.

Namun, hingga saat ini Sekda Kabupaten Flotim, Paulus Igo Geroda belum diperiksa sebagai tersangka. Sebelumnya, tim penyidik Kejari Kabupaten Flotim telah memanggil tersangka sebagai saksi untuk diperiksa namun tersangka tidak memenuhi panggilan tersebut tanpa alasan yang jelas.

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Flotim, Cornelis S. Oematan, S. H keoada wartawan, Senin (19/09/2022) mengaku bahwa jadwal pemeriksaan untuk Sekda Kabupaten Flotim, Paulus Igo Geroda telah terjadwalkan.

Menurut Cornelis, panggilan kepada Sekda Kabupaten Flotim, Paulus Igo Geroda telah dilayangkan tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Flotim untuk diperiksa.

“Panggilannya sudah kami layangkan karena sesuai aturannya tiga hari sebelum pemeriksaan, yang terperiksa sudah harus menerima panggilan dari penyidik,” ungkap Cornelis.

Ditegaskan mantan Kasi Pidum Kejari Kabupaten Kupang ini, panggilan kepada Sekda Kabupaten Flotim telah dilayangkan dan surat panggilan tersebut untuk diperiksa sebagai tersangka.

Masih menurut Cornelis, terkait kapan akan diperiksa pihaknya belum bisa memastikan kedatangan tersangka Paulus Igo Geroda. Namun, panggilan sebagai tersangka telah dilayangkan penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Flotim.

“Soal kapan diperiksa oleh penyidik Pidsus belum bisa dipastikan. Kita menunggu saja tapi intinya bahwa Paulus Igo Geroda dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka,” ujar Cornelis.

Berdasarkan Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dari BPKP nomor PE.03.03/SR 294/PW24/5/2022 tanggal 16 Agustus 2022 atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Dana Covid-19 pada BPBD Kab. Flores Timur TA. 2020, yang diterima oleh Penyidik Kejari Flores Timur pada tanggal 05 September 2022, yang menyatakan bahwa terdapat Penyimpangan yang menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp.1.569.264.435.

Menurut Cornelis, perbuatan para tersangka sebagaimana diatur dan diancam pidana Primair Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 UU RI 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dan, subsidair Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here