Home Kota Kupang PIAR NTT Pertanyakan Kinerja Kejaksaan Tinggi

PIAR NTT Pertanyakan Kinerja Kejaksaan Tinggi

646
0
SHARE
Foto: Paul SinlaeloE
Kupang, kriminal.co – Hingga saat ini kasus ambruknya Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), belum juga dituntaskan oleh tim intelejen Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.
Gedung yang menjadi kebanggan masyarakat NTT yang dibangun dengan anggaran Rp 164 miliar harus ambruk hanya karena faktor alam (angin) semata.
Dalam kasus itu, tim penyelidikan intelejen Kejati NTT telah memeriksa sejumlah oknum sebagai saksi diantaranya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan beberapa oknum pada PT. Waskita Karya.
Namun, anehnya hingga saat ini kasus tersebut mengendap di Kejati NTT. Bahkan, perkembangan hasil penyelidikan oleh tim intelejen Kejati NTT pun hilang tanpa kabar.
Paul SinlaeloE salah satu pengurus PIAR NTT ketika dihubungi wartawan, Senin (24/9) mengatakan bahwa PIAR NTT mempertanyakan kinerja tim penyidik pada Kejati NTT terkait kasus ambruknya plafon Kantor Gubernur NTT.
Menurut Paul, sejauh ini Kejati NTT hanya diam membisu tanpa menjelaskan perkembangan hasil penyelidikan yang dilakukan terkait kasus tersebut.
“Kami pertanyakan kinerja Kejati NTT dalam penuntasan kasus itu. Sudah berbulan-bulan tapi hasilnya nihil tanpa ada kejelasan apapun,” ungkap Paul.
Ditegaskan Paul, Kejati NTT harus mengambil sikap tegas dalam penuntasan kasus dugaan korupsi di NTT. Khususnya dugaan korupsi pada pembangunan Kantor Gubernur NTT senilai Rp 164 miliar oleh PT. Waskita Karya.
“Masa anggarannya Rp 164 miliar, hanya karena angin ambruk lagi. Itu proses pembangunannya bagaimana dan kenapa harus persalahkan alam lagi,”heran Paul.
Untuk itu, lanjut Paul, PIAR NTT meminta agar Kejati NTT menjelaskan perkembangan kasus tersebut yang telah dilakukan penyelidikan oleh tim intelejen Kejati NTT semasa As Intel Kejati NTT, Amran Lakoni.
Terpisah Kasi Penkum Kejati NTT, Iwan Kurniawan ketika dihubungi wartawan, mengaku bahwa sampai saat ini perkembangan terkait hasil penyelidikan oleh tim intelejen belum diterima oleh dirinya.
“Saya belum tahu perkembangan selanjutnya bagaimana karena belum ada informasi lanjutan dari intel setelah mantan As Intel Kejati NTT, Amran Lakoni pindah,”ungkap Iwan.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here