Home Kota Kupang Polda NTT Belum Jadwalkan Pemeriksaan Bupati TTS Soal RSP Boking

Polda NTT Belum Jadwalkan Pemeriksaan Bupati TTS Soal RSP Boking

301
0
SHARE

Foto : Rumah Sakit Pratama Boking

Kupang, Kriminal.co – Polda NTT kini terus berupaya menuntaskan kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Pratama (RSP) Boking di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) senilai Rp. 17, 4 miliar.

Kabdi Humas Polda NTT, Kombes Pol. Aryasandi kepada wartawan, Selasa (29/11/2022) yang dihubungi via hand phone (hp) selulernya mengaku bahwa saat ini proses hukum terkait kasus dugaan korupsi RSP Boking masih terus berlanjut.

Dijelaskan Aryasandi, dalam kasus ini penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTT terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi – saksi yang terkait kasus dugaan korupsi senilai Rp. 17, 4 miliar tersebut.

“Proses hukum masih terus dilakukan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTT. Pemeriksaan saksi – saksi masih terus dilakukan oleh penyidik Polda NTT,” ungkap Kabid Humas Polda NTT ini.

Dalam kasus ini, kata dia, penyidik Direktorat Reserse Krininal Khusus Polda NTT telah memeriksa sedikitnya dua puluh delapan (28) orang sebagai saksi dalam perkara itu.

Ketika ditanya apakah Polda NTT telah menjadwalkan pemeriksaan Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), EPT yang saat itu menjabat sebagai asisten II pada Pemda Kabupaten TTS membidangi pembangunan, Kabid Humas Polda NTT menegaskan bahwa saat ini penyidik Polda NTT belum menjadwalkan pemeriksaan Bupati TTS dalam kasus itu.

“Untuk Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), penyidik Polda NTT belum menjadwalkan untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus itu. Kita tunggu perkembangannya saja,” ujar Aryasandi.

Ditambahkan Kabid Humas Polda NTT ini, saat ini kasus dugaan korupsi pembangunan RSP Boking yang menelan anggaran senilai Rp. 17, 4 miliar ini masih dalam tahap Sidik oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTT.

Selain itu, lanjut Kabid Humas Polda NTT, saat ini juga penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTT masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara (PKN) dari ahli yang berkompeten.

“Kasusnya tetap berjalan dan saksi – saksi masih dilakukan pemeriksaan. Serta, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTT juga masih meunggu hasil perhitungan kerugian keuangan negara dari ahli,” ungkap Aryasandi.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here