Home Kota Kupang Polda NTT Kirim SPDP Kasus Bawang Merah Malaka

Polda NTT Kirim SPDP Kasus Bawang Merah Malaka

365
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Kasus dugaan korupsi pengadaan benih bawang merah di Kabupaten Malaka Tahun 2018 senilai Rp. 9 miliar, kini mulai babak baru.

Pasalnya, saat ini Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai melakukan pemanggilan guna melakukan pemeriksaan sejumlah saksi – saksi dalam kasus dugaan korupsi bawang merah senilai Rp. 9 miliar.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto yang dihubungi wartawan, Selasa (01/03/2021) mengaku bahwa saat ini kasus dugaan korupsi tersebut dalam proses penyidikan (Dik).

Menurut Krisna, sejauh ini tim penyidik Tindak Pidana Khusus Polda NTT, telah gencar melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus dugaan korupsi senilai Rp. 9 miliar itu.

“Saat ini kasusnya sudah berstatus penyelidikan (Lid) dan penyidik Pidana Khusus Polda NTT telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi,” terang Krisna.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), Polda NTT baru mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejati NTT pada pertengahan bulan Februari 2022 lalu.

Sebelumnya, Baharuddin Tony (BT), tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bawang merah di Kabupaten Malaka tahun anggaran 2018 berhasil memenangkan gugatan praperadilan terhadap Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Lotharia Latif (mantan Kapolda NTT).

Putusan perkara praperadilan dengan Nomor: 8/Pid.Pra/2021/PN.KPG dibacakan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Kupang, Jumat (18/6/2021) siang.

Majelis hakim dalam putusannya menyatakan bahwa penetapan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut tidak sah dan tidak berdasarkan atas hukum dan oleh karenanya penetapan tersangka a quo tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Majelis hakim juga memerintahkan kepada pihak Polda NTT untuk menghentikan penyidikan terhadap perintah penyidikan kepada Baharudin Tonny serta memulihkan hak dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya.

Tersangka Baharudin Tonny sendiri yang merupakan Kuasa Direktur dari CV Timindo, merupakan penyedia bawang merah dalam proyek yang disebut merugikan negara Rp. 4, 9 miliar. Ia juga ditetapkan sebagai tersangka bersama 8 orang lainnya pada Maret 2020.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here