Home Kabupaten Kupang Rugikan Negara Rp. 620 Juta, Yunias Laiskodat Ditahan Jaksa

Rugikan Negara Rp. 620 Juta, Yunias Laiskodat Ditahan Jaksa

375
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang menhan Direktur CV. Triparty Enginering, Yunias Laiskodat, Kamis (07/04/2022) siang.

Yunias Laiskodat ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dana penyertaan modal dari Pemkab Kupang ke PDAM Kabupaten Kupang senilai Rp. 6, 5 miliar pada tahun anggaran 2015-2016 lalu.

Sesuai estimasi penyidik, kerugian negara yang ditimbulkan dari perbuatan tersangka Yunias Laiskodat sebesar Rp 620.890.630,64. Terpantau, Yunias ditahan setelah menjalani pemeriksaan di ruang Pidsus Kejari Kabupaten Kupang.

Sebelum dilakukan penahanan terhadap Yunias Laiskodat, dirinya diperiksa tim penyidik Tipidsus Kejati NTT diruang kerja Plh. Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Kupang, Shelter Wairata.

Usai menjalani pemeriksaan, Yunias langsung ditetapkan sebagai tersangka dan oleh penyidik ditahan di Rutan Mapolres Kupang, Babau.Sebelum ditahan di Rutan Mapolres Kupang, Yunias sempat menjalani pemeriksaan kesehatan dan rapid test antigen oleh tim medis dari Puskesmas Oesao. Saat ditahan, Yunias Laiskodat didampingi kuasa hukum, Yahuda Suan, SH., dan perwakilan keluarga.

Kajari Kabupaten Kupang, Ridwan Sujana Angsar, S. H, M. H melalui Plh. Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Kupang, Shelter Wairata, SH., kepada wartawan, mengatakan, penahanan terhadap Yunias Laiskodat dilakukan penyidik setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan status tersangka terhadap Yunias Laiskodat setelah dari hasil penyidikan dan ekspos perkara, tim penyidik telah menemukan setidaknya dua alat bukti.

Tersangka Yunias Laiskodat diduga sebagai pelaku tindak pidana yang bersangkutan, dan dugaan itu didasarkan pada bukti yang cukup.

“Tersangka Yunias Laiskodat kita tahan di Rutan Polres Kupang untuk 20 hari kedepan, dan dapat diperpanjang maksimal 40 hari. Penyidik juga sudah menjadwalkan pemeriksaan tambahan terhadap tersangka. Intinya pemeriksaan tersangka akan terus berlanjut hingga penyidikan rampung,” jelas Wairata.

Wairata menambahkan, penahanan terhadap tersangka dilakukan untuk memperlancar proses penyidikan yang sedang dilakukan, karena dikuatirkan tersangka dapat melarikan diri, merusak dan menghilangkan barang bukti, atau dikuatirkan akan mengulangi tindak pidana.

Selain itu, menurut Wairata, dalam pemeriksaan tambahan terhadap Yunias Laiskodat, penyidik akan mendalami keterangan Yunias terkait perannya dalam pengelolaan dana penyertaan modal ke PDAM Kabupaten Kupang tahun 2016 sebesar Rp 1,5 miliar.

Dari hasil penyidikan, lanjut Wairata, diketahui pada tahun 2016, Yunias Laiskodat sama sekali tidak melakukan pekerjaan apapun yang menjadi kewajibannya sebagai konsultan perencana dan pengawas, namun menerima pembayaran secara utuh sebesar Rp 256.675.200.

Dan seluruh pembayaran diduga dilakukan secara tunai di ruangan kerja Direktur PDAM Kabupaten Kupang, dengan memalsukan tandatangan direktur perusahaan yang dipinjam Yunias Laiskodat.

Sementara, untuk tahun 2015, Yunias Laiskodat diduga melakukan rekayasa laporan produk perencanaan dan pengawasan, dimana laporan tersebut dibuat oleh Ramlan atas permintaan Yunias.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here