Home Kota Kupang Runtuhnya Plafon Kantor Gubernur, Diduga Adanya Kesalahan Konstruksi

Runtuhnya Plafon Kantor Gubernur, Diduga Adanya Kesalahan Konstruksi

772
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Minggu (28/1) runtuhnya plafon Kantor Gubernur NTT diduga kuat karena adanya kesalahan kontruksi dari PT. Waskita Karya.

Jika terjadi kesalahan konstruksi pada bangunan dengan nilai proyek Rp 170 miliar, maka akan berdampak demikian dengan adanya kerusakan pada bangunan.
Demikian ditegaskan Sarah Lery Mboeik kepada wartawan, Senin (29/1) yang dihubungi via hand phone (hp) selulernya.
Menurut Sarah, anggaran sebesar Rp 170 miliar jika salah dalam perencanaan, kesalahan konstruksi hingga finising maka akan membuka peluang terjadinya kerusakan pada bangunan.
Ditegaskan Sarah, diduga proyek dengan nilai Rp 170 miliar itu dikerjakan secara asal-asalan sehingga terjadi demikian.
 
Bahkan, lanjut Sarah, diduga kuat dalam proses pengerjaan terjadi korupsi. “Saya duga ada indikasi korupsi dalam proyek bernilai Rp 170 miliar,”tegas Sarah.
 
Untuk itu, kata Sarah, penegak hukum segera memanggil konsultan perencana, PT. Waskita Karya untuk diperiksa terkait runtuhnya bangunan senilai Rp 170 miliar.
 
Ditambahkan Sarah, jika alasan bahwa bencana alam maka itu bukan sebuah alasan yang logis. Janganlah menyembunyikan kesalahan dengan mempersalahkan alam.
 
“Jangan sembunyikan kesalahan dengan menyalahkan alam lagi. Seperti kali lalu kesalahan pada instalasi.listrik yang kurang baik,” ujar Sarah.
 
Terpisah, Paul Sinlaeloe menambahkan bahwa dalam proses perencanaan bangunan itu tidak dilakukan perhitungan secara baik oleh konsultan perencana dan PT. Waskita Karya.
 
Seharusnya, lanjut Paul, dilakukan perhitungan secara baik terhadap bencana alam serta arah angin yang ada di NTT.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here