Home Kota Kupang Soal Kasus Jalan Sabuk Merah, Paul Sinlaeloe : Jangan Hanya Sekedar Periksa

Soal Kasus Jalan Sabuk Merah, Paul Sinlaeloe : Jangan Hanya Sekedar Periksa

100
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Timur (NTT), Hutama Wisnu, S. H, M. H, diminta memberikan kepastian hukum terkait dugaan korupsi pada Mega proyek jalan sabuk merah perbatasan antara RI – RDTL senilai Rp. 120 miliar.

Pasal, penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), telah melakukan pemeriksaan dilokasi proyek dan ditemukan sejumlah kejanggalan terkait pekerjaan proyek tersebut.

Namun, sayangnya hingga saat ini Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H, hilang keberanian untuk menentukan sikap terhadap adanya dugaan korupsi dalam pekerjaan jalan sabuk merah bernilai ratusan miliar tersebut.

Aktivis Anti korupsi dan advokat, Paul Sinlaeloe kepada wartawan, Selasa (08/11/2022) malam menegaskan Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H, harus menentukan sikap terkait adanya dugaan korupsi pada pekerjaan jalan Sabuk Merah perbatasan RI – RDTL.

Menurutnya, Kejati NTT jangan hanya melakukan pemeriksaan semata agar terlihat melakukan penyilidikan dan melakukan pengawasan serta hanya menggunakan kekuasaannya hanya untuk sebuah kepentingan.

“Harus berikan kepastian hukum dalam penanganan atau penyelidikan sebuah kasus. Jangan hanya turun lakukan pemeriksaan tapi hasilnya tidak ada sama sekali yang didapat,” tegas Paul.

“Jangan hanya lakukan penyelidikan untuk menghabiskan anggaran atau agar terlihat sedang bekerja oleh masyarakat NTT namun nyatanya tidak ada hasil,”tambah Paul.

Paul kembali menegaskan jika dalam temuan dinyatakan dilanjutkan pada proses penyidikan namun jika tidak ditemukan adanya pelanggaran atau perbuatan melawan hukum sebaiknya dihentikan.

Masih menurut Paul, dengan penanganan perkara yang saat ini jauh berbeda dari sebelumnya, sebaiknya Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H, mundur dari jabatannya sebagai Kajati NTT.

Dan, lanjutnya, Jaksa Agung RI, ST. Burhanuddin diminta agar menempatkan jaksa sebagai Kajati NTT memiliki jiwa kerja bukan memiliki jiwa sebagai pendengar bahkan menjadi penonton.

Kata dia, kinerja Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H saat ini sungguh jauh berbeda dari Kajati NTT sebelumnya, Dr. Yulianto, S. H, M. H.

“Minimal bisa menyamai ataupun melebihi kinerja Kajati NTT sebelumnya. Tapi ini, sampai saat ini belum satupun kasus yang nilainya miliaran rupiah yang dituntaskan oleh Kajati NTT, Hutama Wisnu,” heran Paul.

Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H yang didampingi Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H sebelumnya kepada wartawan menegaskan bahwa saat ini tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT sedang melakukan Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket) terhadap adanya dugaan tindak pidana dalam proyek pekerjaan jalan Sabuk Merah senilai Rp. 120 Miliar.

Dijelaskan Kajati, proses Pulbaket yang dilakukan tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT telah dilakukan bahkan penyidik telah melakukan pemeriksaan dilokasi proyek.

“Saya mau tegaskan bahwa soal proyek pekerjaan jalan Sabuk Merah senilai Rp. 120 Miliar sedang dilakukan pengumpulan bahan dan keterangan oleh penyidik Pidsus Kejati NTT,” tegas Kajati NTT, Hutama Wisnu.

Menurut Hutama Wisnu, Pulbaket terus dilakukan oleh penyidik Tipidsus Kejati NTT guna menuntaskan ataupun mencari tahu adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pekerjaan jalan sabuk merah tersebut dengan melakukan panggilan terhadap sejumlah oknum yang dinilai memiliki peran penting dalam proyek itu.

“Yang jelas penyidik akan panggil beberapa oknum yang dinilai memiliki peran penting dalam proyek pekerjaan itu untuk dilakukan pemeriksaan sebagai bentuk klarifikasi,” ungkap Hutama.

Ketika ditanya terkait kwalitas pekerjaan jalan Sabuk Merah, Kajati NTT menegaskan bahwa itu akan menjadi materi pemeriksaan dan materi penyidikannya nanti namun untuk sementara belum bisa dipastikan karena masih dilakukan Pulbaket oleh penyidik.

Kajati NTT kembali menegaskan bahwa pihaknya akan benar – benar profesional dan transparan dalam menangani kasus dugaan korupsi proyek pekerjaan jalan sabuk merah senilai Rp. 120 miliar.

“Yang jelas bahwa kami akan benar – benar profesional dalam menangani sebuah perkara. Dan, siapapun yang terlibat maka harus bertanggung jawab,” tegas Kajati NTT, Hutama Wisnu.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here