Home Kota Kupang Soal Kasus MTN, Apolos Djara Bunga : Modal Bank NTT Rp. 50...

Soal Kasus MTN, Apolos Djara Bunga : Modal Bank NTT Rp. 50 Miliar Belum Kembali

464
0
SHARE

BERI KETERANGAN : Apolos Djara Bunga, S. H ketika memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (14/06/2022) malamĀ 

Kupang, Kriminal.co – Bank Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui kuasa hukumnya, Apolos Djara Bunga, S. H, mengakui jika modal Bank NTT senilai Rp. 50 miliar dalam pembelian Medium Term Note (MTN) belum kembali.

Berdasarkan temuan BPK RI Perwakilan NTT bahwa Bank NTT mengalami kerugian senilai Rp. 50 miliar ditambah bunga senilai Rp. 60 miliar. Namun, saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Kurator yang berwenang.

“Iya. Sampai saat ini modal Bank NTT senilai Rp. 50 miliar dalam pembelian MTN atau surat berharga dari PT. SNP, modal Bank NTT belum kembali atau belum dipulihkan,” kata Apolos Djara Bunga, S. H kepada wartawan, Selasa (14/06/2022) malam di Kupang.

Bahkan, dalam rilis yang dibagikan kepada wartawan Apolos Djara Bunga mengatakan dalam kasus MTN Bank NTT senilai Rp. 50 miliar ini, terdapat interpretasi, anggapan atau asumsi subyektif yang berlebihan dari oknum atau kelompok tertentu dalam menanggapai persoalan MTN dengan tujuan mendiskreditkan Bank NTT.

Bukan saja itu, lanjutnya, dalam kasua MTN Bank NTT cenderung menyerang kehormatan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Alex Riwu Kaho yang mana hal ini berimplementasi terhadap oknum atau kelompok yang memberikan pendapat atau pernyataan yang tidak berdasar hukum.

Ketika ditanya wartawan siapa oknum atau kelompok tersebut, Apolos Djara Bunga menegaskan bahwa dirinya tidak menyebutkan nama atau kelompok tersebut sehingga tidak perlu tersinggung dengan pernyataan tersebut.

Ditegaskan bahwa dari RUPS Bank NTT menyatakan bahwa transaksi MTN dianggap resiko bisnis meskipun dirinya mengakui bahwa modal Bank NTT senilai Rp. 50 miliar ditambah bunga senilai Rp. 10 miliar belum kembali dan tidak akan kembali.

Terkait dengan SOP dalam pembelian MTN, Apolos mengatakan bahwa telah dilakukan secara serius dan teliti. Namun, perlu diketahui bahwa setelah dilakukan pembelian PT. SNP mengalami pailit satu bulan kemudian usai dilakukan transaksi.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here