Home Kota Kupang Tak Kunjung Tuntas, Kasus MTN Jadi Preseden Buruk Bagi Jaksa

Tak Kunjung Tuntas, Kasus MTN Jadi Preseden Buruk Bagi Jaksa

168
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Lambannya penanganan kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) senilai Rp. 50 miliar oleh Bank NTT daribPT. SNP Finance, ternyata memberikan preseden buruk bagi aparat penegak hukum (APH) khususnya Kejaksaan.

Pasalnya, saat ini citra APH khususnya Kejaksaan tengah diperbaiki. Jika, penanganan sebuah kasus belum dan bahkan tidak kunjung tuntas, hal ini akan menjadi preseden buruk untuk Kejaksaan.

“Saya kira sekarang era di mana citra APH tengah diperbaiki. Kalau penanganan sebuah kasus belum dan bahkan tidak beres, kan menjadi preseden buruk,” kata Lasarus Jehamat Dosen Fisip Undana Kupang, Senin (12/09/2022).

Untuk itu, katanya, Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), agar segera membuka penanganan kasus dugaan korupsi pembelian MTN senilai Rp. 50 miliar dan menjelaskan kepada publik.

“Saya ingin agar kejaksaan sedapat mungkin membuka dan menjelaskan ke publik mengapa kasus ini berjalan lambat. Kalau mereka diam, saya kira tidak baik,” ujar Lasarus.

Menurut Lasarus, jika dilihat dari aspek kepastian hukum, Kejati NTT belum memenuhi rasa keadilan dan belum memberikan kepastian hukum. Untuk, Kejati NTT perlu didorong agar kasus ini segera dituntaskan.

Ditegaskan Lasarus, jika dilihat dari aspek kemampuan, jaksa pada Kejati NTT memiliki kemampuan dalam menuntaskan kasus itu. Namun, terkait kemauan untuk menuntaskan kasus itu yang menjadi persoalan.

“Ini soal kemauan saja. Bukan soal kemampuan. Kalau soal mampu sangat mampu, saya yakin sangat mampu. Hanya, dugaan saya, pidsus masih mencari bukti pendukung yang kuat lagi,” tambah Lasarus.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi pembelian MTN senilai Rp. 50 miliar, telah berulang tahun ditangan penyidik Kejati NTT. Hingga saat ini, tidak jelas penanganan kasus dugaan korupsi tersebut.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here