Home Kota Kupang Temui Terperiksa Kasus Rp. 50 Miliar, Kajati NTT Dinilai Tidak Berintegritas

Temui Terperiksa Kasus Rp. 50 Miliar, Kajati NTT Dinilai Tidak Berintegritas

175
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Pertemuan antara Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT), Hutama Wisnu, S. H, M. H, dan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Alex Riwu Kaho berbuntut panjang.

Pasalnya, Alex Riwu Kaho selaku Dirut Bank NTT merupakan terperiksa dalam kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) senilai Rp. 50 miliar oleh Bank NTT dari PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) Tahun 2018 lalu.

Pertemuan antara terperiksa kasus dugaan korupsi senilai Rp. 50 miliar dan Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H, berbuntut panjang. Pasalnya, kuat dugaan adanya kongkalikong untuk kasus Rp. 50 miliar.

Untuk itu, Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (KOMPAK) meminta Jaksa Agung, ST. Burhanuddin agar mencopot Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Timur (NTT), karena diduga terjadi kongkalikong kasus dugaan korupsi MTN Bank NTT senilai Rp50 Miliar.

“Kami mendesak Jaksa Agung mencopot Kajati NTT, Hutama Wisnu,” tegas koordinator Kompak, Gabriel Goa kepada wartawan, Kamis (07/04/2022).

KOMPAK juga mengajak solidaritas pegiat anti korupsi untuk melakukan aksi di Kejaksaan Agung (Kejagung) RI guna mendesak Jaksa Agung RI agar mencopot Kajati NTT, Hutama Wisnu.

KOMPAK juga mendesak KPK RI segera ambil alih semua perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani Kejati NTT, karena diduga terjadi kongkalikong dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi di NTT.

“Saya mengajak solidaritas lembaga agama, masyarakat, penggiat anti korupsi untuk mengusir pejabat atau elite yang tidak berintegritas dan bermasalah yang dibuang ke NTT,” kata Gabriel Goa.

“NTT saatnya bergerak dan diperhitungkan di NKRI, karena NTT bukan tempat buangan pejabat yang tidak memiliki integritas dan bermasalah,” tambahnya.

Gabriel mempertanyakan integritas Kajati NTT, Hutama Wisnu dalam pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di NTT.

“Kajati NTT telah merusak citra dan martabat Aparat Penegak Hukum yang berintegritas dan bebas dari KKN,” ujarnya.

Gabriel menilai Kajati NTT saat ini tak pantas berkarya di NTT, karena telah kangkangi rakyat NTT dengan mempertontonkan di depan publik “kemesraan” bersama Pimpinan Bank NTT yang sedang disorot dan dilaporkan penggiat anti korupsi atas dugaan tindak pidana korupsi.

Sebelumnya, Kajati NTT menerima Direktur Bank NTT, Alex Riwu Kaho diruang kerjanya. Alex merupakan terperiksa kasus dugaan korupsi Medium Term Note (MTN) senilai Rp. 50 miliar yang sedang dilidik Kejati NTT.

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H membantah bahwa tidak benar jika pertemuan itu membahas soal kasus dugaan korupsi MTN senilai Rp. 50 miliar yang ditangani oleh Kejati NTT.

“Itukan kunjungan silaturrahmi kepada pejabat yang baru dan tidak membicarakan soal masalah atau kasus MTN senilai Rp. 50 miliar,” bantah Abdul.

Menurut Abdul, pertemuan itu boleh dilakukan antara Kajati NTT, Hutama Wisnu dan Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho ataupun siapa saja. Pertemuan itu, tidak boleh dilakukan jika terjadi diluar kantor.

“Tidak membahas apapun selain perkenalan.  Kirain pertemuan di luar kantor itu yang tidak boleh,” tambah Abdul Hakim.

Ketika ditanya apakah etis tidak orang yang diduga sedang bermasalah diperbolehkan untuk menemui Kajati NTT atau aparat penegak hukum, Abdul Hakim selaku Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT tidak menjawab pertanyaan tersebut hingga berita ini diturunkan.

Untuk diketahui bahwa Alex Riwu Kaho diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembelian MTN senilai Rp. 50 miliar oleh Kejati NTT. Namun, anehnya Kajati NTT berani menerima Alex Riwu Kaho diruang kerjanya.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here