Home Flores Terbukti Korupsi, Efaritus Ramba Dipenjara 2, 6 Tahun

Terbukti Korupsi, Efaritus Ramba Dipenjara 2, 6 Tahun

563
0
SHARE
Kupang, Kriminal.co – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Kamis (28/3) kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi alokasi dana  desa  (ADD)  oknum pejabat Kepala Desa  Kringa dan   Desa  Nebe di Kecamatan Talibura,  Kabupaten  Sikka, Efaritus Ramba.

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Prancis Sinaga didampingi dua hakim anggota, Ali Muhtarom dan Ibnu Kholiq beragendakan pembacaan putusan. Terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Luis Balun. Turut hadir JPU Kejari Maumere, Mikael F. K.

Dalam amar putusan majelis hakim menegaskan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatau korporasi yang mengakibatkan kerugian negara.Untuk itu, terdakwa Efaritus Ramba divonis selama 2, 6 tahun penjara.

Selain itu, terdakwa diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp 50 juta subsidair 1 bulan kurungan.

Ditambahkan hakim, terdakwa Efaritus Ramba diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 211. 275.000. Dengan catatan, apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut setelah putusan hakim berkekuatan hukum tetap maka seluruh harta benda terdakwa akan disita untuk dilelang.Dan, apabila seluruh harta benda tudak juga menutupi uang pengganti tersebut maka akan ditambah dengan pidana kurungan selama 1 tahun.

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal 3 jo Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Usai membacakan putusan hakim mengatakan bahwa terdakwa memiliki hak untuk menyatakan sikap seperti banding, pikir – pikir ataupun menerima putusan majelis hakim.

Terdakwa Efaritus Ramba melalui kuasa hukumnya, Luis Balun mengatakan bahwa pihaknya menyatakan pikir – pikir.

Hal yang sama diungkapkan JPU Kejari Maumere, Mikael F. K dimana menyatakan pikir – pikir atas putusan majelis hakim selama tujuh hari sesuai waktu yang diberikan.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here