Home Kota Kupang Terbukti Korupsi, Mantan Direktur I Wayan Niarta Dituntut Lima Tahun Penjara

Terbukti Korupsi, Mantan Direktur I Wayan Niarta Dituntut Lima Tahun Penjara

129
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi pemgadaan Alat Kesehatan (Alkes) pada RSUD Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), kembali digelar di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (08/12/2022).

Sidang kali ini beragendakan pembacaan tuntutan untuk tiga (3) orang terdakwa yakni mantan Direktur RSUD Kefamenanu, Kabupaten TTU, I Wayan Niarta, Iswandi Ilyas dan Ferry Oktaviano yang dipimpin Ketua majelis hakim Derman P. Nababan didampingi dua hakim anggota masing – masing, Lisbet Adelina dan Florence Katarina. Tiga terdakwa mengikuti sidang secara online dan JPU Kejari Kabupaten TTU, Andrew Keya juga mengikuti sidang secara online (virtual).

Dalam tuntutan JPU menegaskan ketiga terdakwa dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama – sama sebagaimana diatur dalam dakwaan subsidair Pasal 3 Undang – Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke -1 KUHPidana.

Untuk itu, kata jpu, terdakwa I Wayan Niarta dituntut selama lima (5) tahun penjara, terdakwa Iswandi Elyas dituntut selama lima (5) tahun dan enam (6) bulan dan terdakwa Ferry Oktaviano selama empat (4) tahun dan enam (6) bulan penjara.

Selain itu, lanjut JPU, ketiga terdakwa diwajibkan untuk membayar denda masing – masing sebesar Rp. 100. 000. 000 subsidair enam (6) bulan kurungan.

Selain pidana badan dan denda, JPU juga mewajibkan terdakwa I Wayan Niarta untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 511.415.288 dengan ketentuan jika Terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama 1 (satu) bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dan apabila Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka diganti dengan pidana penjara selama 2 Tahun dan 5 (lima) bulan.

Untuk terdakwa Iswandi Elyas diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian keuamgan negara sebesar Rp. 1.014.620.553 dengan ketentuan jika Terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama 1 (satu) bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dan apabila erpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun.

Serta, menghukum terdakwa Ferry Oktaviano untuk membayar Uang Pengganti sebesar Rp. 66.535.117,00 dengan ketentuan jika Terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama 1 (satu) bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dan apabila Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka diganti dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 3 (tiga) bulan.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here