Home Alor Terjerat Kasus Korupsi, Kadis Pendidikan Alor Segera Diadili

Terjerat Kasus Korupsi, Kadis Pendidikan Alor Segera Diadili

494
0
SHARE

Alor, Kriminal.co – Albert Ouwpoly selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, segera menjakani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor ini bakal di sidangkan di Pengadilan Tipikor Kupang, usai jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Alor, melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019 lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Alor, Abdul Muiz Ali, S. H, M. H, yang dikonfirmasi wartawan melalui, Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Alor, Ardi Wicaksono, S. H kepada wartawan, Rabu (18/05/2022) membenarkan adanya pelimpahan berkas perkara tersebut.

Dijelaskan Wicaksono, pelimpahan berkas perkara oleh JPU Kejari Kabupaten Alor setelah dilakukan tahap II dari tangan penyidik ke tangan JPU setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P – 21).

Masih menurut Wicaksono, dalam pelimpahan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Tipikor Kupang, JPU Kejari Kabupaten Alor melimpahkan berkas perkara, barang bukti (BB) dan kedua tersangka.

“Iya benar. Selasa (17/05/2022) kemarin kami limpahkan berkas perkara dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019 lalu. Dimana, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor yang menjadi tersangka,” kata Wicaksono.

Dilanjutkan Wicaksono, selain Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, JPU juga turut melimpahkan berkas perkara lainnya dalam kasus yang sama dengan tersangka Khairul Umam selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Ditambahkannya, untuk berkas perkara itu diajukan secara terpisah antara Albert Ouwpoly selaku Kuasa Pengguna Anggaran ( Kadis Pendidikan) dan Khairul Umam selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen).

Menurut Wicaksono, sesuai jadwal yang ditetapkan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang, sidang perdana kasus dugaan korupsi tersebut bakal digelar pada tanggal 25 Mei 2022 mendatang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU.

“Dalam kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019 lalu ini, negara mengalami kerugian¬† keuangan hingga Rp. 1,7 miliar,” terang Wicaksono.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here