Home Kota Kupang Terungkap Disidang, Nasib Ketua DPD REY NTT Ditangan Jaksa

Terungkap Disidang, Nasib Ketua DPD REY NTT Ditangan Jaksa

433
0
SHARE

Foto : Bobby Pitoby ketika jadi saksi di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (06/09/2022)

Kupang, Kriminal.co – Fakta baru terungkap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang ketika Ketua DPD REY NTT, Bobby T. Pitoby dihadirkan menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi untuk terdakwa Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Benyamin H. Ndapamerang, Selasa (06/09/2022) siang tadi.

Ketua DPD REY NTT, Bobby T. Pitoby ketika diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Tipikor Kupang mengakui bahwa dirinya menawarkan bantuan berupa uang senilai Rp. 15. 000. 000 kepada terdakwa Benyamin H. Ndapamerang.

Diakuinya bahwa tawaran bantuan berupa uang senilai Rp. 15. 000. 000 kepada terdakwa dilakukan melalui pesan Whats App (WA). Tujuannya untuk membantu operasional terdakwa guna kepengurusan ijin sejumlah developer yang tergabung dalam REY NTT.

“Saya tawarkan bantuan melalui pesan Whats App (WA) kepada terdakwa berupa uang senilai Rp. 15. 000. 000 untuk biaya operasional berangkat ke Jakarta untuk mengurus percepatan ijin,” kata Bobby Pitoby saat jadi saksi di Pengadilan Tipikor Kupang.

Dalam keterangannya Bobby menambahkan, terkait pemberian bantuan keoada terdakwa senilai Rp. 15. 000. 000 melalui pesan WA tidak direspon oleh terdakwa bahkan melalui telepon juga tidak direspon.

Bukan saja itu, katanya, terkait bantuan uang senilai Rp. 15. 000. 000 ini juga, tidak pernah diminta oleh terdakwa kepada REY NTT, namun karena inisiatif dari REY NTT ketika bertemu terdakwa diruang kerjanya tertanggal 06 April 2022 lalu.

“Soal inisiatif untuk berikan uang senilai Rp. 15. 000. 000 kepada terdakwa dari anggota REY NTT namanya Manotona saat bertemu terdakwa di ruang kerjanya tanggal 06 April 2022 lalu,” terang Bobby.

Terkait fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang jauh berbeda dengan keterangan Bobby T. Pitoby ketika diperiksa tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT.

Bobby T. Pitoby ketika diperiksa penyidik Tipidsus Kejati NTT kepada wartawan dirinya mengaku bahwa dirinya diperiksa terkait peran REY NTT dalam mendukung pembangunan di NTT.

Bobby T. Pitoby yang pernah dikonfirmasi wartawan, Jumat (22/04/2022) lalu menegaskan bahwa dirinya diperiksa dalam kasus OTT terhadap Kadis PUPR Kota Kupang yang dilakukan oleh Tim Satgas Pidsus Kejati NTT.

Namun, katanya, dirinya diperiksa dalam kapasitas sebagai Ketua DPD REI NTT, bukan sebagai Bobby Pitoby secara pribadi, owner Bank Pitoby ataupun bendahara KONI NTT.

“Iya saya akui. Kalau saya diperiksa dalam kasua OTT Kepala Dinas PUPR Kota Kupang. Tapi bukan secara pribadi namun sebagai Ketua DPD REI NTT. Yang saya sesalkan soal singgungan Bank Pitoby dan Bendahara Koni NTT,” ungkap Pitoby.

Bobby kembali menegaskan bahwa dirinya tidak ada sangkut pautnya ataupun urusan apapun dalam kasus OTT Kadis PUPR Kota Kupang, Ir. Benyamin Hengki Ndapamerang.

Dalam pemeriksaan itu, lanjutnya, pihak penyidik hanya menanyakan soal kendala yang dihadapi REI NTT mengenai IMB, kendala mengenai pembangunan di Kota Kupang, kendala lahan dan kendala sertifikasi yang dihadapi REI NTT di Kota Kupang.

Hal itu dikarenakan, tambah Bobby, dirinya membawa 86 anak perusahaan yang ada di Kota Kupang bahkan tersebar diseluruh Kabupaten di NTT.

“Jangan bangun narasi kalau saya ini sudah bersalah. Dan, jangan kambingkan saya dalam kasus ini. Saya tidak ada hubungan sama sekali dengan saya,” ungkap Bobby.

“Saya minta beritanya jangan membias kiri dan kanan. Saya merasa sangat dirugikan akibat pemberitaan yang ada sama sekali. Silakan tanya ke Humas Kejati atau Pak Abdul atau jaksa siapa bahwa saya diperiksa mengenai peran REI di NTT,” tambah Bobby.

Terpisah, Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H menegaskan bahwa nasib dari Bobby T. Pitoby ditentukan oleh fakta persidangan dalam kasus itu.

Abdul kembali menegaskan bahwa nasib dari Bobby T. Pitoby juga ditentukan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejati NTT yang menyidangkan perkara tersebut.

“Yang jelas bahwa nasib dari Bobby T. Pitoby ditentukan oleh jaksa penuntut umum dan fakta persidangan nantinya,” tegas Abdul.

Ketika ditanya apakah ini termasuk penyuapan berdasarkan fakta sidang, Abdul Hakim mengatakan bahwa jika fakta sidangnya demikian maka bisa dikatakan penyuapan namun itu semua nantinya berdasarkan rekomendasi JPU.

“Kalau kita bicara gratifikasi atau penyuapan maka pihak pemberi dan penerima harus dimintai pertanggung jawabannya,” tambah Abdul.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here