Home Kota Kupang Tewasnya Mikael Manoh, Diduga Ada Keterlibatan Oknum Lain

Tewasnya Mikael Manoh, Diduga Ada Keterlibatan Oknum Lain

461
0
SHARE
Foto: ilustrasi

Kupang, kriminal.co – Hingga saat ini penyidik Reskrim Polres Kupang Kota terus melakukan pengembangan terkait kasus dugaan pengeroyokan Mikael Manoh, tahanan Rutan Kelas 2B Kupang hingga meninggal dunia.

Pekan lalu, penyidik melimpahkan 3 tersangka masing-masing Daniel Soleman Maumang, Yohanes Leonardus Ringgi dan Hendro Noelnoni beserta barang bukti ke Kejari Kota Kupang untuk selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan, setelah berkas perkara lengkap (P-21). Usai melakukan tahap II, Polres Kupang Kota kembali menahan AB, seorang sipir Rutan Kupang dan telah berstatus tersangka.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota AKP Pinten Bagus Satrianing kepada wartawan, Senin  (26/3) mengatakan bahwa pihaknya telah menahan tersangka lainnya yakni AB.

Pihaknya kata Pinten, menindaklanjuti penyidikan dan masih membuka penyelidikan tambahan terhadap kasus tersebut. Penyidik menemukan beberapa fakta baru tentang keterlibatan pegawai Rutan Kelas 2B Kupang, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kematian korban.

“Kita sudah mengamankan AB, dimana menurut keterangan saksi juga terlibat dan ada pada saat kejadian penganiayaan korban. Yang bersangkutan koperatif dan mau bekerjasama dengan penyidik,” ungkap Pinten.

Dalam penyidikan perkara tersangka AB, penyidik terus mencari keterangan-keterangan tambahan dengan memeriksa sejumlah saksi.

Sementara AB dijerat Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Tak hanya itu, AB sebagai sipir juga dijerat Pasal 359 KUHP karena kelalaiannya menyebabkan orang meninggal dunia.

“Sebagai sipir dia bertugas menjaga tahanan. Apapun kondisinya, apakah tahanan itu marah, mengamuk atau apapun itu namanya, jangan sampai tahanan itu terluka atau sampai hilang nyawanya,” terang Pinten yang didampingi Kanit Pidum Ipda Yance Kadiaman.

Menurut dia, karena kelalaian sipir itulah korban sebagai tahanan dianiaya hingga meninggal dunia.

“Menurut beberapa keterangan saksi, korban dianiaya oleh tahanan-tahanan yang lain dan juga beberapa sipir,” ungkapnya.

Pinten sampaikan, terkait perkara tersebut pihaknya juga berkoordinasi dengan Kepala Rutan Kupang.

“Intinya apapun hasil koordinasi, penyidikan tetap berdiri sendiri. Saksi-saksi yang diperiksa untuk perkara AB masih sama dengan para saksi yang bersaksi pada perkara 3 tersangka utama sebelumnya,” sebut dia.

Terkait koordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Pinten jelaskan, hal tersebut terkait adanya beberapa saksi tambahan yang dinilai masih ragu-ragu memberikan keterangan.

Untuk itulah kata dia, pihaknya meminta bantuan LPSK untuk mengumpulkan dan mengamankan para saksi tersebut yang merupakan tahanan Rutan Kupang.

Apalagi menurut pemeriksaan LPSK, terdapat keterangan-keterangan baru yang bisa dikembangkan dan mengarah kepada keterlibatan pihak lain.

“Kasus ini sudah dikawal LPSK. Terhadap saksi lain yang merupakan tahanan itu juga sudah dalam perlindungan LPSK,” imbuhnya.

Ia jelaskan, penyidik juga akan melakukan pemanggilan lagi terhadap pegawai Rutan lainnya yang disinyalir juga memiliki keterlibatan dalam kasus tersebut.

Beberapa oknum sipir lain yang bakal diperiksa, masih dipandang sebagai saksi.

Namun jika nantinya dinyatakan ada keterkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung, maka penyidik bakal menaikan status hukum mereka sebagai tersangka baru dalam perkara dimaksud.

Tersangka AB yang juga dihadirkan pada kesempatan itu, mengaku sejak tahun 2012 ditugaskan di Rutan Kupang, dan baru sebulan lebih bertugas mengawasi di blok tahanan.

“Selama ini saya tugas di pintu depan. Belum satu bulan tugas di blok,” singkat dia saat hendak digiring penyidik kembali ke tahanan Mapolresta.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here