Home Kota Kupang Tuntaskan Kasus Bank NTT, Jaksa Periksa OJK, BPK Dijadikan Ahli

Tuntaskan Kasus Bank NTT, Jaksa Periksa OJK, BPK Dijadikan Ahli

463
0
SHARE

Foto : Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H

Kupang, Kriminal.co – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT), kini tengah berupaya menuntaskan kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) oleh Bank NTT senilai Rp. 50 miliar dari PT. SNP Finance.

Untuk menuntaskan kasus ini, Kejati NTT akan menjadikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTT sebagai saksi ahli dalam kasus bernilai Rp. 50 miliar.

Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H kepada wartawan, Jumat (15/07/2022) menegaskan bahwa penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT akan memeriksa BPK RI Perwakilan NTT sebagai ahli dalam kasus itu.

“penyidik akan memeriksa saksi ahli dari BPK RI Perwakilan NTT, karena ini menjadi temuan BPK. Kan gak boleh ke lain. Kalau temuan BPK, ya kembali ke BPK,” kata Kepala Kejati NTT, Hutama Wisnu.

Dijelaskan Hutama, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi untuk meminta keterangan dari BPK yang menemukan kerugian negara ini.

Kajati NTT mengaku hingga saat pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan korupsi MTN itu, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Ada beberapa saksi yang sudah diperiksa, termasuk OJK,” tegasnya.

Untuk diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan keuangan Bank NTT ditemukan adanya potensi kerugian senilai Rp. 50 miliar ditambah estimasi bunga Rp. 10,5 miliar dari pembelian MTN PT SNP senilai Rp. 50 miliar.

Sebelumnya kuasa hukum Bank NTT, Apolos Djara Bunga menegaskan pembelian MTN PT SNP senilai Rp. 50 miliar telah dilakukan sesuai prosedur dan metode, serta telah dilakukan uji tuntas (Due Diligensi).

“Pembelian MTN atau surat berharga senilai Rp. 50 miliar telah dilakukan secara benar dan serius,” tegasnya.

Pernyataan itu ditanggapi Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim yang mempertanyakan pernyataan kuasa hukum tersebut.

“Jika pembelian MTN sudah dilakukan sesuai dengan SOP, maka kami minta agar dibuktikan kepada penyidik Kejati NTT,” katanya.

Brdasarkan hasil penyelidikan penyidik Kejati NTT, pembelian MTN PT SNP senilai Rp. 50 miliar oleh Bank NTT tidak sesuai SOP. Karena Kepala Divisi (Kadiv) Treasury Bank NTT saat itu, Alex Riwu Kaho melakukannya tanpa sepengetahuan direksi ataupun pejabat lainnya pada Bank NTT.

“Jika memang sudah sesuai SOP, maka silahkan buktikan kepada penyidik. Karena, faktanya tidak sesuai dengan apa yang dikatakannya,” terang Abdul.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here