Home Kota Kupang Usai Temui Alex Riwu Kaho, Komitmen Kajati NTT Mulai Diragukan

Usai Temui Alex Riwu Kaho, Komitmen Kajati NTT Mulai Diragukan

426
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) senilai Rp. 50 miliar oleh Bank NTT dari PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP), semakin tak jelas dibawah kepemimpinan Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H , M. H.

Pasalnya, penuntasan kasus dugaan korupsi yang merugikan Bank NTT senilai Rp. 50 miliar berdasarkan temuan BPK Perwakilan NTT tanggal 14 Januari 2021 ini, semakin lamban dan tanpa adanya kejelasan.

Kasus dugaan korupsi senilai Rp. 50 miliar berjalan lamban ditangan Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H, usai dirinya ditemui oleh terperiksa yakni Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Alex Riwu Kaho.

Melihat kondisi demikian, Lasarus Jehamat Dosen Fisip Undana Kupang ini mulai angkat bicara terkait penanganan perkara dugaan korupsi pembelian MTN oleh Bank NTT senilai Rp. 50 miliar.

Lasarus Jehamat kepada wartawan, Selasa (19/04/2022) menegaskan bahwa kasus dugaan korupsi tersebut terkesan berjalan lamban ditangan Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H.

Seharusnya, kata Lasarus, Kajati NTT, Hutama Wisnu yang menggantikan Dr. Yulianto, S. H, M. H, mampu menuntaskan kasus dugaan korupsi yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp. 50 miliar berdasarkan temuan BPK RI Perwakilan NTT.

“Bacaan saya, Kajati NTT, Hutama Wisnu bergerak agak lambat. Kajati yang baru mestinya bergerak cepat agar Pekerjaan Rumah (PR)  yang ditinggalkan Kajati lama, Dr. Yulianto, S. H, M. H, bisa terurai pelan – pelan,” kata Lasarus.

Menurut Lasarus, untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi senilai Rp. 50 miliar ini, tim penyidik Tipidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, memanggil para pihak yang terlibat langsung dalam pembelian MTN untuk kembali diperiksa.

Ditegaskan Lasarus, dirinya sangat meragukan komitmen Kajati NTT, Hutama Wisnu untuk menuntaskan kasus korupsi di NTT. Dan, diyakini bahwa kasus dugaan korupsi MTN senilai Rp. 50 miliar sangat diragukan komitmen Kajati NTT untuk menuntaskannya.

“Saya ragu kasus bisa tuntas. Saya juga ragukan komitmen dari Kajati NTT, Hutama Wisnu untuk menuntaskan kasus korupsi di NTT,” tegas Lasarus.

“Komitmen penegakan hukum Kajati yang baru perlu dipaparkan agar diketahui publik NTT. Maaf kalau saya lupa. Sejauh ini Kajati yang baru belum menyampaikan poin penting penegakan hukum pada masanya kedepan,” tambah Lasarus.

Masih menurut Lasarus, catatan pentingnya, hukum harus ditegakan di bumi Flobamorata ini. Terutama kasus yang menyita perhatian publik.

“Kajati yang baru sejatinya membuka diri ke publik untuk menjelaskan perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi pada Bank NTT Rp. 50 miliar l,” ungkapnya.

Untul itu,katanya, tujuan penegakan hukum perlu dilakukan guna penuntasan kasus Rp. 50 miliar ini, seharusnya Kejati NTT memanggil kembali sejumlah terperiksa untuk diperiksa.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here